Apakah miopia merupakan faktor keturunan?

Penyebab utama pembentukan miopia adalah faktor genetik bawaan dan faktor lingkungan yang didapat. Oleh karena itu, masih terdapat hubungan yang erat antara penderita miopi dan genetik. Saat ini sudah diterima secara umum bahwa miopi tinggi pada dasarnya merupakan warisan resesif autosomal. Jika kedua orang tua rabun jauh, maka anak-anak mereka akan mengalami rabun jauh; jika salah satu orang tua rabun jauh, maka anak-anak mereka akan mengalami rabun jauh sebesar 57,5%; dan jika kedua orang tua tidak mengalami rabun jauh, maka anak-anak mereka akan mengalami rabun jauh sebesar 22,2%. Karena faktor lingkungan juga berperan dalam menyebabkan miopia, maka miopia secara umum dianggap sebagai multifaktorial. Oleh karena itu, penting bagi generasi penerus pasien yang memiliki riwayat keluarga dengan miopi tinggi untuk berhati-hati dengan mata mereka sejak dini. Misalnya, sejak usia 2 hingga 3 minggu, disarankan untuk mengunjungi departemen oftalmologi rumah sakit secara teratur untuk pemeriksaan rutin, optometri medis, dan panjang sumbu mata untuk menentukan status refraksi anak pada awalnya. Jika ditemukan kelainan pada penglihatan, segera lakukan pembesaran pupil untuk pemeriksaan mata dan obati gejalanya secara tepat waktu, misalnya dengan memakai kacamata bingkai atau lensa kontak kornea. Perkembangan miopia juga dapat dikurangi secara efektif dengan memperbanyak olahraga di luar ruangan, meminimalkan paparan terhadap perangkat elektronik, dan mengurangi waktu yang dihabiskan di dekat mata.