Vitrektomi invasif minimal

Lubang makula adalah salah satu penyakit mata yang paling umum yang dapat memengaruhi penglihatan sentral secara serius. Pemeriksaan Optical Coherence Tomography (OCT) dapat mendiagnosis penyakit ini secara akurat. Penyakit ini umum terjadi pada lansia, trauma mata, dan miopia tinggi. Robekan makula yang terjadi tanpa penyebab lain, disebut robekan makula idiopatik adalah yang paling umum. Hal ini sering terjadi pada usia 60-80 tahun. Robekan makula dapat dibagi menjadi 4 tahap; Tahap I menunjukkan hilangnya cekungan sentral makula yang normal, area hipo reflektif di bawahnya, tidak ada ruptur jaringan makula bagian dalam, dan traksi vitreus yang terlihat di area cekungan sentral. Gambar OCT tahap II menunjukkan ruptur permukaan bagian dalam retina dengan kehilangan jaringan retina lapisan penuh yang kecil. Makula makula stadium III menunjukkan defek retina lapisan penuh cekung tengah yang terdefinisi dengan baik dengan peningkatan ketebalan tepi lapisan neuroepitel retina, disertai dengan penurunan refleks cahaya dan edema intraretina, dan terkadang terlihat tutup lubang semu anterior yang hiperekoik pada makula. Stadium IV menunjukkan robekan makula penuh dengan lepasnya vitreus dari makula dan diskus optikus. Pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini sering ditangani dengan penutupan laser, yang sekarang tidak lagi digunakan karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Pembedahan vitreus invasif minimal dengan pengelupasan membran batas dalam kini menjadi pengobatan pilihan untuk lubang makula idiopatik. Secara teoritis, semakin dini pembedahan dilakukan, semakin baik hasilnya. Pilihan pembedahan tergantung pada aspek-aspek berikut: 1, tingkat teknis ahli bedah; 2, peralatan bedah; 3, kemampuan finansial dan psikologis pasien untuk bertahan. Dalam 5 tahun terakhir, dengan peningkatan bertahap teknologi bedah vitreous, pembaruan instrumentasi yang terus menerus, dan peningkatan pemahaman tentang mekanisme penyakit ini, indikasi pembedahannya telah diperluas. Saat ini, belum ada standar yang seragam untuk perawatan bedah lentigin makula idiopatik, dan pasien dengan lubang stadium II hingga IV umumnya menjadi target pembedahan.