Selama fase ovulasi, banyak wanita mengalami jerawat dagu. Jerawat dagu bukanlah kelainan fisik tertentu, tetapi akibat dari sekresi hormon yang berfluktuasi dalam tubuh. Selama ovulasi, terjadi peningkatan besar dalam produksi estrogen dalam tubuh wanita. Peningkatan estrogen ini menyebabkan kondisi kulit yang tidak normal, yang pada akhirnya menyebabkan produksi sebum yang berlebihan dan jerawat dagu. Setelah ovulasi berlalu, sekresi hormon tubuh akan seimbang dan tidak akan ada rangsangan hormon yang dapat menyebabkan kulit berjerawat. Oleh karena itu, wanita tidak perlu terlalu khawatir ketika datang ke jerawat dagu selama ovulasi. Yang perlu Anda lakukan adalah memperhatikan tubuh Anda selama fase ovulasi, dan sesuaikan jadwal kerja dan istirahat Anda untuk menghindari begadang, sambil memperhatikan pola makan yang ringan dan menghindari rangsangan pedas, sehingga situasi jerawat dapat diatasi secara efektif.