Saat ini telah diterima secara umum bahwa ada dua faktor utama yang berkontribusi terhadap miopia, pertama faktor genetik dan kedua faktor lingkungan. Namun, faktor lingkungan adalah penyebab utama miopia. Terdapat hubungan genetik antara terjadinya miopia dan kecenderungan genetik, terutama pada mata yang sangat rabun. Orang yang memiliki dua atau satu orang tua yang menderita miopi secara signifikan lebih mungkin untuk mengembangkan miopi dibandingkan dengan populasi normal. Miopia menjadi lebih umum terjadi pada anak-anak dan remaja, dan usia onsetnya pun meningkat. Alasan utamanya adalah paparan dini terhadap perangkat elektronik, kelas akhir pekan, berada di ruangan ber-AC sepanjang hari, dan kurang berolahraga di luar ruangan. Otot siliaris cenderung mengalami kejang akibat penggunaan mata dekat dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan jarak jauh, dan jika tidak diistirahatkan tepat waktu, dapat menyebabkan miopia sejati dan pemanjangan sumbu mata lebih lanjut. Jika Anda mengambil bagian dalam olahraga luar ruangan dan melihat jauh, otot-otot siliaris dapat beristirahat dengan cukup, sementara radiasi ultraviolet ke mata dapat merangsang tubuh untuk memproduksi dopamin, yang dapat memperkuat ketangguhan mata dan mencegah pemanjangan sumbu mata, yang secara efektif dapat mencegah perkembangan miopia. Karena miopi tidak dapat disembuhkan, maka miopi harus dicegah secara aktif agar tidak terjadi. Jika terdeteksi adanya kelainan, Anda harus segera berobat ke bagian oftalmologi rumah sakit biasa.