Beberapa bayi mengalami kejang-kejang ketika mereka demam, terutama menunjukkan tonik atau sentakan berirama pada anggota badan, yang dapat disertai dengan wajah biru dan dapat disertai dengan kehilangan kesadaran. Ada banyak penyebab kejang demam pada bayi. Kejang demam: kejang-kejang terjadi ketika seorang anak mengalami demam tinggi, dan keadaan mental bayi normal setelah kejang-kejang mereda, biasanya dalam 24 jam pertama demam, dan kejang-kejang umumnya dapat diredakan dengan sendirinya selama beberapa menit, ada yang memiliki riwayat keluarga yang jelas, terutama karena fungsi saraf otak belum berkembang dengan baik, sehingga dikatakan gejala kejang-kejang akan terjadi seiring dengan naiknya suhu tubuh. Infeksi sistem saraf pusat: dapat juga bermanifestasi sebagai demam dengan kejang-kejang, beberapa dengan peningkatan tekanan intrakranial seperti keadaan kesadaran yang buruk dan sering muntah, dan perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan cairan serebrospinal. Kejang pertama, epilepsi adalah gangguan neurologis yang umum dan kejang biasanya lebih mungkin dipicu oleh demam, seringkali dengan kejang-kejang pada anak-anak dengan epilepsi. Gangguan neurologis lainnya, seperti ensefalitis kekebalan tubuh, relatif jarang terjadi. Secara umum, penting untuk memahami penyebab demam dan kejang-kejang pada anak-anak yang mengalami demam, dan solusi terbaik adalah mengidentifikasi penyebabnya dan mengobatinya dengan tepat.