Kejang demam pada anak-anak secara klinis dikenal sebagai kejang demam. Ini adalah kejang-kejang yang terjadi pada anak pada tahap awal infeksi saluran pernapasan atau penyakit menular lainnya ketika suhu tubuh naik >= 39°C. Manifestasi utama adalah timbulnya tonik atau klonik yang tiba-tiba menyentak seluruh tubuh atau kelompok otot lokal, dengan kedua mata menatap, menyipitkan mata, meluruskan atau memutar ke atas, disertai dengan hilangnya kesadaran. Penting untuk segera membawa bayi Anda ke rumah sakit untuk penanganan darurat kejang demam di seluruh tubuh dan tidak boleh ditunda. Sebelum tiba di rumah sakit, orang tua disarankan untuk melakukan hal-hal berikut ini: 1. Orang tua harus tetap tenang, jangan panik, jangan berteriak atau mengguncang-guncang atau menepuk-nepuk anak dengan paksa. Jika kepala anak dimiringkan ke belakang dan anggota tubuhnya lurus dan kaku, jangan paksa menekuk anggota tubuh anak dan cobalah untuk mengurangi rangsangan pada anak. 2. Jaga agar jalan napas tetap terbuka, jaga agar anak tetap berbaring dan miringkan kepala ke satu sisi untuk menghindari tersedak atau pneumonia aspirasi yang disebabkan oleh air liur dan muntahan oral yang masuk ke jalan napas. Lepaskan juga kerah baju anak agar lehernya tidak tercekik terlalu kencang dan jalan napasnya tidak terpengaruh. 3. Untuk mencegah anak-anak menggigit lidah mereka, putar saputangan menjadi sebuah lilitan dan masukkan di antara gigi seri anak. Atau, bungkus sumpit dengan kain kasa bersih dan letakkan di antara gigi atas dan bawah anak untuk menjaga agar jalan napas tetap terbuka, mencegah lidah tergigit, dan menghindari kembalinya air liur dan muntahan mulut ke dalam trakea, yang dapat menyebabkan asfiksia atau pneumonia aspirasi. 4, pendinginan fisik, bersihkan tubuh dengan handuk panas, suhu air harus sedikit panas, hingga suhu yang dapat diterima oleh tangan orang dewasa, suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kulit anak terbakar. Usap sampai kulit agak merah. 5. Sebagian besar kejang-kejang akan berhenti dalam waktu sekitar 3 menit, setelah itu anak harus diberi lebih banyak air untuk mencegah keringat berlebihan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan. Orang tua harus segera membawa bayinya ke rumah sakit terdekat agar penyebabnya bisa diperiksa dan ditangani lebih lanjut. Untuk bayi yang pernah mengalami kejang demam, antipiretik oral dan obat penenang atau pendinginan fisik harus diberikan terlebih dahulu untuk mencegah kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba selama tahap awal penyakit flu atau demam.