Berbagai obat dapat menyebabkan penurunan trombosit, termasuk obat sitotoksik seperti sitarabin, siklofosfamid, metotreksat, vinkristin dan obat platinum, obat anti-infeksi seperti vankomisin, linezolid, rifampisin, kina dan sulfonamid, obat anti-platelet atau antikoagulan seperti anagrelide, aspirin, heparin, antagonis reseptor glikoprotein trombosit GP IIb/IIIa, dan penghambat sumsum tulang lainnya seperti diuretik thiazide, antidepresan, dll.
Oleh karena itu, pemantauan kadar trombosit secara teratur dianjurkan saat mengonsumsi obat-obatan ini dan keputusan untuk menyesuaikan dosis atau menghentikan pengobatan jika trombositopenia terdeteksi harus dilakukan di bawah bimbingan dokter.