Penanganan darurat untuk cedera mata akibat pengelasan

Setelah cedera mata akibat pengelasan, umumnya tidak ada resep darurat, juga tidak disarankan untuk mengobati sendiri secara membabi buta, tetapi diagnosis yang benar dan perawatan ilmiah diperlukan. Metode berikut dapat digunakan untuk memperpendek perjalanan penyakit: 1, kompres dingin: setelah cedera mata akibat pengelasan dapat dilakukan kompres dingin untuk meredakan nyeri mata pasien, hindari kompres panas. Kompres dingin dapat mematikan rasa nyeri saraf lokal pasien. 2. Pengobatan: pengelasan dapat menyebabkan efek fotokimia dari sinar ultraviolet pada jaringan kornea, menyebabkan koagulasi protein dan denaturasi serta nekrosis epitel kornea, yang mengakibatkan sensasi benda asing yang kuat, rasa sakit, konjungtiva tersumbat, dan pengelupasan epitel kornea yang berbintik-bintik. Pasien dapat diperiksa sesegera mungkin dan obat untuk mempercepat pemulihan jaringan kornea, seperti tetes mata natrium vitrate, tetes mata faktor pertumbuhan fibroblast dasar sapi rekombinan, dan gel mata yang mengandung serum sapi yang terdeproteinasi dapat digunakan sesuai resep dokter untuk meredakan ketidaknyamanan pasien secara efektif dan mempercepat perbaikan jaringan kornea. Tetes mata antibiotik dan salep mata juga dapat digunakan untuk mencegah infeksi, seperti tetes mata levofloksasin dan salep mata aureomisin, jika diperlukan. Karena sinar ultraviolet dapat menyebabkan pelepasan nekrotik pada epitel kornea, maka terdapat potensi risiko infeksi bakteri, sehingga penggunaan obat anti infeksi dapat mencegah terjadinya infeksi dan membantu memperpendek perjalanan elektrofthalmia. 3. Penggunaan obat bius: Untuk pasien dengan rasa sakit parah yang sangat tidak tertahankan, obat bius lokal dapat digunakan pada mata di bawah bimbingan dokter untuk meredakan rasa sakit untuk sementara waktu, tetapi obat bius tidak boleh digunakan secara rutin dan dapat Hal ini dapat memperlambat penyembuhan kornea. 4. Istirahat dengan mata tertutup: Kenakan kacamata hitam dan beristirahatlah dengan mata tertutup untuk mengurangi rangsangan cahaya dan gesekan rotasi mata, yang dapat membuat mata terasa nyaman dan membantu pemulihan. Dengan metode di atas, pasien umumnya dapat meredakan gejalanya setelah 6-8 jam dan dapat pulih dalam waktu sekitar 3 hari. Selama ditangani dengan segera dan diobati dengan benar, prognosisnya umumnya baik dan kemungkinan kambuh kecil selama mereka menindaklanjuti dengan perlindungan yang baik.