Selama beberapa tahun terakhir, teknik operasi katarak dan implantasi IOL telah berkembang dengan sangat signifikan. Meskipun sebagian besar pasien yang menggunakan IOL monofokal dapat mencapai penglihatan yang sangat baik, mereka tetap perlu memakai kacamata saat melihat benda-benda dekat. Implantasi IOL multifokal dapat membantu mengatasi masalah ini. Desain revolusioner IOL multifokal memungkinkan objek membentuk serangkaian titik fokus yang nyaris tanpa ruang di dalam mata, yang dapat meningkatkan penglihatan dekat tanpa efek samping yang signifikan terhadap penglihatan jarak jauh, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan pasien pada kacamata setelah operasi katarak. Pertama-tama, kita perlu memahami mekanisme kerja IOL multifokal. Prasyarat untuk implantasi IOL yang tepat adalah pemahaman tentang konsep desain dan fungsinya. Sebagai contoh, mari kita ambil AcrySof ReSTOR IOL multifokal. Ini adalah IOL difraktif progresif, IOL untuk presbiopi, dan permukaan optik difraktif progresif bertahap ini dirancang untuk secara progresif memadukan daerah difraksi dengan daerah refraktif, sehingga memudahkan mata beradaptasi terhadap transisi antara titik fokus pada jarak yang berbeda, yang dapat mengurangi gangguan penglihatan dan meningkatkan kualitas pencitraan. Bagian tengah 3,6 mm dari bagian optik merupakan zona difraksi progresif bertingkat yang menghasilkan +4,00D tambahan, setara dengan +3,20D tambahan pada bidang kacamata, dan desain ini memungkinkan titik dekat yang optimal berada kira-kira 31 cm di depan mata pasien. Saat cahaya melewati bagian tengah bagian optik IOL, garis difraksi menghasilkan gelombang cahaya yang difokuskan untuk membentuk titik fokus dekat dan jauh. Retina menerima gambar dekat dan jauh secara bersamaan, dan otak kemudian memutuskan gambar mana yang akan diterima. Di sekeliling area difraksi adalah area refraktif yang menghasilkan fokus jauh. Dalam kondisi cahaya redup, apabila pupil membesar, lebih banyak cahaya terkumpul pada titik fokus jauh, sehingga secara efektif mengurangi gangguan visual.