1, vitamin D, kalsium dan fosfor adalah nutrisi penting untuk perkembangan gigi “berjemur” dapat meningkatkan sintesis vitamin D. Bayi berusia 0 hingga 2 tahun umumnya digunakan secara rutin untuk mencegah rakhitis persiapan vitamin AD. ASI dan susu formula bayi kaya akan kalsium dan fosfor, yang merupakan nutrisi yang sangat diperlukan untuk perkembangan gigi bayi. 2 . Pemberian makanan yang wajar Penambahan makanan pendamping ASI yang tepat waktu untuk bayi, tidak hanya nutrisi tambahan, tetapi juga membantu perkembangan gigi susu. Makan lebih banyak makanan berserat, jumlah protein yang sesuai, vitamin A, D dan kalsium, fosfor, dll., Dapat meningkatkan ketahanan karies gigi. 3, latihan gigi Berikan bayi makanan yang lebih keras, seperti biskuit, roti kering, apel, pir, dll., baik untuk melatih gigi dan meningkatkan nutrisi. Anda dapat menggunakan pelatih gigi yang terbuat dari silikon, biarkan bayi dimasukkan ke dalam mulut untuk mengunyah, untuk melatih tulang rahang dan tempat tidur gigi bayi, sehingga gigi meletus setelah penyelarasan. 4, pembersihan gigi susu Saat bayi tumbuh gigi susu pertama, perlu menggunakan kain kasa bersih untuk membantu membersihkan giginya. Setelah setiap menyusui, setelah menyusui dan pada malam hari sebaiknya ibu menggunakan kain kasa yang dililitkan pada jari untuk membantu bayi menggosok gusi dan gigi kecil yang baru tumbuh. Setelah usia dua tahun, Anda harus membantu bayi Anda menyiapkan sikat gigi balita dengan kepala kecil dan bulu sikat yang lembut, dan ajarkan bayi Anda untuk menyikat giginya dua kali di pagi hari dan dua kali di malam hari. Dapat juga memberi makan bayi setelah makan air hangat untuk memainkan peran membilas rongga mulut, tetapi juga setelah makan malam setiap hari dengan soda 2% untuk membersihkan mulut, untuk mencegah reproduksi bakteri dan terjadinya karies gigi atau infeksi mulut. 5, pemeriksaan dokter gigi jangan abaikan setelah semua gigi susu tumbuh, yang terbaik adalah memberikan bayi setiap enam bulan untuk pemeriksaan mulut.