Secara umum, normal bagi bayi untuk mengeluarkan tinja berwarna merah setelah makan buah naga dan orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Namun orang tua juga perlu membedakan antara tinja berwarna merah, atau darah di dalam tinja, dan waspada terhadap terjadinya fisura anus, polip dubur dan penyakit anorektal lainnya. Penyebab umum dan pengobatan 1, dampak pigmen: buah naga mengandung sejumlah besar antosianin, termasuk pigmen alami, tidak dapat sepenuhnya diserap oleh tubuh. Jika bayi makan buah naga merah, tinja bisa berubah menjadi merah karena campuran pigmen merah. Sistem pencernaan anak belum berkembang dengan baik dan pencernaannya lemah, sehingga tinja bisa menjadi lebih merah. Jika kemerahan pada tinja disebabkan oleh makan buah naga, bayi biasanya tidak muncul gejala tidak nyaman, orang tua tidak perlu terlalu khawatir, umumnya berhenti makan, tinja dapat kembali normal; 2, penyakit dubur: jika bayi makan buah naga, pada saat yang sama ada fisura dubur, polip dubur dan penyakit dubur lainnya, tetapi juga karena dubur pecah atau polip terlalu besar, mengakibatkan gesekan dengan tinja ketika mukosa pecah berdarah. Apakah bayi mengkonsumsi buah naga merah atau tidak, tidak akan mengubah keadaan darah dalam tinja. Jika bayi Anda masih mengeluarkan feses berwarna merah disertai sakit perut dan mendesak setelah makan makanan lain, Anda harus membawa bayi Anda ke rumah sakit untuk melakukan CT scan abdomen atau proktoskopi untuk mendapatkan diagnosis yang jelas. Polip rektum yang lebih kecil biasanya dapat diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid di bawah bimbingan dokter untuk mengurangi polip rektum. Polip rektum yang lebih besar dapat ditangani dengan polipektomi rektum. Pada anak-anak dengan fisura anus, krim wasir topikal dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan fisura, dan mandi air hangat dapat digunakan untuk mengendurkan sfingter anus pada siang hari untuk meringankan rasa sakit. Untuk fisura yang sudah lama, pembedahan juga dapat dilakukan. Orang tua harus mengawasi kondisi fisiologis anak mereka dan menghindari konsumsi buah naga yang berlebihan karena dapat menyebabkan diare.