Konjungtiva adalah lapisan lembut, halus dan transparan yang terletak pada permukaan bagian dalam kelopak mata dan permukaan mata. Konjungtiva memiliki tingkat pertahanan tertentu, tetapi ketika hal ini melemah atau ketika faktor patogen eksternal meningkat, hal ini menyebabkan peradangan pada jaringan konjungtiva, yang secara kolektif disebut sebagai konjungtivitis. Konjungtivitis dapat diklasifikasikan sebagai hiper-akut, akut, sub-akut, atau kronis menurut perjalanan penyakitnya. Konjungtivitis akut umumnya dikenal sebagai “mata merah muda” dan agak menular. Penyebabnya secara garis besar dapat dibagi menjadi eksogen dan endogen, sebagai berikut: 1. Konjungtivitis akut eksogen: Karena sebagian besar konjungtiva bersentuhan langsung dengan dunia luar, maka konjungtiva rentan terhadap rangsangan oleh faktor infeksi (misalnya bakteri, virus, dan klamidia, mikobakteri, reaksi alergi, dll.) dan faktor non-infeksi (trauma, bahan kimia, dan faktor fisik, dll.) di lingkungan sekitarnya, dan karena konjungtiva kaya akan pembuluh darah dan jaringan limfatik, maka konjungtiva mudah tersensitisasi oleh antigen sendiri dan antigen eksternal. Konjungtiva kaya akan pembuluh darah dan jaringan limfatik dan mudah tersensitisasi oleh antigennya sendiri dan antigen eksternal. 2. Konjungtivitis akut endogen: infeksi konjungtiva oleh bakteri patogen melalui darah atau getah bening, atau reaksi alergi terhadap agen infeksi di tempat lain dalam tubuh. Peradangan juga bisa berasal dari penyebaran langsung dari jaringan yang berdekatan. Oleh karena itu, ada berbagai penyebab konjungtivitis akut.