Panik, pusing, dan mual pada lansia

Kepanikan, pusing, dan mual pada lansia biasanya berhubungan dengan penyakit serebrovaskular, penyakit jantung, dan penyakit tulang belakang. 1. Penyakit serebrovaskular: misalnya, infark otak, memar otak, emboli otak, dll. Penyakit-penyakit ini akan menyebabkan suplai darah yang tidak mencukupi ke otak, seperti kurangnya suplai darah yang normal, pasien akan sering mengalami pusing, panik, dan mual disertai dengan gejala. Untuk pasien yang terdiagnosis, aspirin oral dan clopidogrel dapat dikonsumsi sesuai resep dokter, yang dapat menahan agregasi trombosit. 2. Penyakit jantung: misalnya miokarditis, infark miokard, angina pektoris, dll. Penyakit-penyakit ini akan menyebabkan suplai darah yang tidak mencukupi ke miokardium, dan jika tidak dapat disuplai dengan baik, itu akan menyebabkan serangan panik, pusing, dan mual pada kasus-kasus yang parah. Penting untuk memperhatikan istirahat sesegera mungkin, dan secara teratur memonitor elektrokardiogram serta detak jantung. 3. Penyakit tulang belakang: Misalnya, spondilosis serviks, ankylosing spondylitis, dll., Ketika penyakit ini merupakan kompresi saraf yang serius, itu akan menyebabkan serangan panik yang sering terjadi, pusing dan mual pada orang tua. Postur duduk dan berdiri harus disesuaikan sesegera mungkin; jika kondisinya serius, dapat dikombinasikan dengan akupunktur, pijat dan fisioterapi untuk meringankan gejalanya. Sering merasa panik, pusing dan mual pada lansia juga dapat disebabkan oleh gula darah dan tekanan darah yang tidak normal, dan dianjurkan untuk melakukan pemantauan tekanan darah dan gula darah secara teratur. Ketika gejala-gejala di atas terjadi dalam jangka waktu yang lama, mereka harus segera mencari pertolongan medis agar tidak memperparah atau menunda kondisinya, yang dapat mengancam nyawa dalam kasus-kasus yang serius.