Gejala pusing dan panik dapat disebabkan oleh neurosis jantung, kecemasan, takiaritmia, dll. Menurut penyebab yang berbeda, perawatan umum dan pengobatan dapat diberikan.
1. Neurosis jantung: Ketegangan emosional dan kecemasan dapat memicu neurosis jantung, yang sering bermanifestasi sebagai jantung berdebar dan pusing. Pasien dapat menyesuaikan gaya hidup mereka (misalnya, bekerja dan beristirahat secara teratur, tidur yang cukup, joging, berenang, dan latihan fisik lainnya) untuk meredakan ketegangan, kecemasan, dan emosi negatif lainnya, sehingga dapat memperbaiki gejala panik dan pusing.
2. Kecemasan: Pasien yang mengalami kecemasan rentan terhadap kegugupan dan perubahan suasana hati ketika mereka memiliki sesuatu yang dipikirkan, yang dapat merangsang peningkatan rangsangan simpatis, yang menyebabkan gejala pusing dan panik. Benzodiazepin (misalnya diazepam) dapat digunakan untuk pengobatan seperti yang diresepkan oleh dokter, dan perhatian harus diberikan pada pekerjaan dan istirahat yang teratur dan olahraga yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
3. Takiaritmia: Ketegangan emosional dan kecemasan dapat merangsang rangsangan saraf simpatik tubuh meningkat, takiaritmia yang mudah diinduksi, yang dapat menyebabkan detak jantung cepat, suplai darah yang tidak mencukupi ke otak dan kondisi lainnya, yang mengakibatkan pusing dan gejala panik. Obat antiaritmia seperti metoprolol dan verapamil dapat digunakan untuk pengobatan seperti yang diresepkan oleh dokter.
Jika gejala pusing dan panik sering terjadi, pasien harus pergi ke rumah sakit biasa tepat waktu, di bawah bimbingan dokter profesional untuk mendapatkan perawatan standar, agar tidak menunda kondisi tersebut.