Kriteria diagnostik stenosis arteri vertebralis perlu dianalisis secara komprehensif sesuai dengan karakteristik riwayat medis pasien, gejala klinis, pemeriksaan tambahan dan informasi lainnya, dan pemeriksaan tambahan yang umum dilakukan meliputi USG vaskular serviks, CT angiografi, angiografi serebral, dan lain-lain. 1. Riwayat medis: apakah pasien memiliki riwayat aterosklerosis dan faktor risiko terkait, seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, merokok, dan sebagainya. 2. Diagnosis klinis: Stenosis arteri vertebralis mungkin tidak memiliki gejala klinis, atau dapat bermanifestasi sebagai pusing, nistagmus, muntah, gaya berjalan tidak stabil, diskinesia, gangguan penglihatan, disartria, gangguan menelan, kelumpuhan, diplopia, hemianopsia, koma, dan gejala iskemia lainnya pada sirkulasi posterior. 3 Pemeriksaan penunjang: Diagnosis akhir harus dikombinasikan dengan pemeriksaan pencitraan arteri vertebralis, seperti USG pembuluh darah leher, CT angiografi, angiografi otak, dll. Standar baku adalah angiografi otak, yang dapat memperjelas apakah terdapat stenosis arteri vertebralis dan derajat stenosisnya. Dianjurkan agar pasien melakukan diagnosis di bawah bimbingan dokter dan tidak melakukan diagnosis sendiri secara membabi buta untuk menghindari penundaan kondisi mereka.