Syok adalah keadaan kritis tubuh manusia dan ada persyaratan ketat untuk perawatan pasien yang mengalami syok, dan lingkungan serta keadaan pasien perlu dinilai dan dinilai sepenuhnya sebelum perawatan. Tindakan keperawatan untuk resusitasi darurat pasien syok adalah: 1. Jalan napas tidak terhalang: jaga agar jalan napas pasien tidak terhalang dan pastikan tidak ada benda asing di dalam mulut untuk mencegah asfiksia akibat aspirasi; 2. Oksigen: gunakan masker aliran tinggi untuk menyerap oksigen dengan konsentrasi sekitar 40%; 3. Penentuan posisi: pasien umumnya menggunakan posisi syok, yaitu kepala dan batang tubuh ditinggikan 20-30° dan tungkai bawah ditinggikan 15-20°, dengan tujuan meningkatkan tekanan darah, sehingga pasien dapat bernapas dengan baik. 4. Buka vena: buat beberapa akses vena dan kateterisasi; 5. Catat jumlah cairan: perhatikan adanya oedema paru dan manifestasi gagal jantung seperti batuk dan batuk dahak berbusa merah muda selama rehidrasi cepat; 6. Amati tingkat pengisian pembuluh darah: amati apakah vena jugularis dan pembuluh darah ekstremitas pasien terisi; 7. Gunakan obat: saat menggunakan obat vasoaktif, perhatian harus diberikan untuk memulai dengan dosis kecil dan memantau perubahan tekanan darah setiap saat, menguji setiap kali pasien mengalami gangguan tekanan darah. 5-10 menit; 8. Transfusi darah: ketika mentransfusi darah untuk mengatasi syok, amati tanda-tanda vital pasien dan segera tangani pasien ketika pasien mengalami reaksi terhadap transfusi seperti menggigil dan demam tinggi.