Produk ini adalah produk darah manusia dalam bentuk cairan berwarna kuning atau hijau hingga coklat, sedikit kental dan jernih. Efeknya: (1) meningkatkan volume darah dan mempertahankan tekanan osmotik koloid plasma; albumin menyumbang 80% tekanan osmotik koloid plasma dan terutama mengatur keseimbangan dinamis air antara jaringan dan pembuluh darah; (2) transportasi dan detoksifikasi: albumin dapat mengikat anion atau kation dan dapat mengangkut zat yang berbeda dan juga mengangkut zat beracun ke organ detoksifikasi; (3) suplai nutrisi: protein jaringan dan plasma dapat diubah menjadi satu sama lain dan dalam Jika terjadi gangguan metabolisme nitrogen, albumin dapat digunakan sebagai sumber nitrogen untuk memberikan nutrisi ke jaringan. Indikasi klinis: (1) syok akibat trauma hemoragik dan luka bakar; (2) edema serebral dan peningkatan tekanan kranial akibat cedera; (3) oedema atau asites akibat sirosis dan penyakit ginjal; (4) pencegahan dan pengobatan hipoproteinaemia; (5) hiperbilirubinemia neonatal; (6) terapi adjuvan untuk bypass kardiopulmoner, luka bakar, hemodialisis, dan sindrom distres pernapasan dewasa. Aplikasi klinis adalah dengan infus intravena atau dorongan intravena. Untuk mencegah dehidrasi jaringan tubuh selama penyuntikan besar-besaran, injeksi dekstrosa 5% atau injeksi natrium klorida 0,9% dapat diencerkan dengan tepat untuk infus intravena (lebih baik menggunakan set transfusi yang dilengkapi dengan perangkat filter). Dosis harus dipertimbangkan berdasarkan kebijaksanaan dokter.