1, olahraga dapat membuat orang menyerap oksigen beberapa kali hingga puluhan kali lebih banyak dari biasanya. Penelitian medis di Amerika Serikat menemukan bahwa tubuh manusia menyerap lebih banyak oksigen dan bernapas lebih cepat, dan melalui pertukaran gas fisik, beberapa zat karsinogenik dapat dikeluarkan dari tubuh, mengurangi kejadian kanker, dan bahkan jika seseorang menderita kanker, tubuh pulih lebih cepat dan dapat memperpanjang hidup. 2 . Olahraga dapat sangat mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh, dan berkeringat setelah berolahraga dapat membuat zat karsinogenik seperti timbal, strontium, nikel, dan berilium dalam tubuh dikeluarkan melalui keringat, sehingga berperan dalam pencegahan kanker. 3. Olahraga dapat memperlancar peredaran darah, dan sel kanker seperti pasir kecil yang bergejolak, tidak mudah berdiri tegak dan tidak mudah berpindah tempat, serta dapat dengan mudah disingkirkan oleh sistem kekebalan tubuh. Percobaan membuktikan bahwa ketika tubuh bergerak, sekresi interferon per jam dari darah lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan biasanya, dan kemampuan anti-kanker interferon telah lama dikonfirmasi dalam pengamatan. 4, olahraga dapat membuat tubuh manusia hormon reproduksi tertentu sangat berkurang, atau bahkan menghentikan produksi. Penelitian oleh para ilmuwan di Universitas Harvard menemukan bahwa hormon reproduksi berkaitan erat dengan kanker, dan orang yang mulai berolahraga di usia muda dapat secara signifikan mengurangi kejadian kanker. 5. Olahraga memiliki efek memperbaiki suasana hati, menghilangkan kekhawatiran dan masalah, dan secara psikologis mengurangi tekanan pada sistem kekebalan tubuh manusia. Data klinis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang menderita kanker mengalami depresi atau trauma emosional. Bagi mereka, latihan pernapasan dalam secara teratur, berjalan atau berlari, senam ringan, peregangan, berenang, bersepeda, atau berpartisipasi dalam olahraga kelompok dapat memberikan kesenangan dan keceriaan fisik dan mental, yang dapat membantu menghilangkan ketegangan, mengurangi rasa kantuk, dan meningkatkan citra diri. Dokter asing membandingkan olahraga dengan antidepresan ringan dan menyebutnya sebagai “qigong gaya Barat”. Fungsinya sama dengan qigong Tiongkok, merelaksasi tubuh dan pikiran serta meningkatkan fungsi tubuh. Olahraga dapat membantu beberapa orang mengurangi kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh tekanan mental, karena kekhawatiran dan kecemasan sering kali mengganggu fungsi kekebalan tubuh. 6. Olahraga dapat melatih kemauan dan meningkatkan kepercayaan diri dan ketekunan dalam mengatasi kanker. Keyakinan dan ketekunan sangat penting untuk mengatasi banyak penyakit. Seorang penyair pernah berkata, “Keyakinan adalah separuh dari kehidupan”. Ketika seseorang sakit, terutama dengan kanker, penting untuk memiliki kemauan yang kuat, keyakinan akan kemenangan, ketekunan yang tinggi, optimisme, keberanian yang besar, semangat perjuangan yang ulet, dan rasa keberanian yang luar biasa untuk mengatasi penyakit tersebut. Para ahli di British Medical School mengamati 57 pasien yang payudaranya diangkat karena kanker payudara dan menemukan bahwa 70% dari mereka yang memiliki keyakinan akan kesembuhannya memiliki tingkat kelangsungan hidup 10 tahun, sementara 80% dari mereka yang kehilangan keyakinan dan putus asa setelah penyakit ini meninggal segera setelah operasi. Oleh karena itu, kami memiliki alasan untuk percaya bahwa melalui latihan, kepercayaan diri dan ketekunan, ditambah dengan pengobatan yang wajar, akan ada “mata air di depan pohon”.