Alasan umum mengapa bayi menangis dan cara menenangkannya

  Bayi di bawah satu tahun belum mampu mengekspresikan diri mereka dengan jelas dalam kata-kata, sehingga mereka akan sering menangis jika mereka memiliki kebutuhan fisik atau mental atau tidak sehat. Jika orang tua dapat memahami kondisi bayi mereka dan menenangkannya pada waktu yang tepat, hal ini akan memberikan rasa tenang dan membantu hubungan orang tua dan anak.

  Karena cara bayi berkomunikasi dengan dunia luar adalah dengan “menangis”, maka faktor apa pun, besar atau kecil, bisa menyebabkan perilaku menangis. Mungkin hal pertama yang ada di benak orang tua ketika bayi menangis adalah menghentikan perilaku tersebut sesegera mungkin; padahal, yang lebih penting adalah memahami “faktor-faktor di balik” tangisan sehingga pendekatan yang tepat dapat digunakan untuk menenangkan bayi.

  Untuk mengesampingkan penyakit terlebih dahulu, orang tua harus proaktif dalam mencari tahu apa yang sedang terjadi.

  Secara umum, ketika bayi menangis, hal pertama yang harus dicari adalah penyakit (misalnya, demam, gejala gastrointestinal, dll.); suara tangisan yang tidak nyaman biasanya berbeda dari tangisan biasa, dan orang tua atau pengasuh utama dapat dengan mudah mendeteksi perbedaannya.

  Setelah faktor-faktor ini dikesampingkan, orang tua kemudian harus mencoba memahami “pesan” di balik perilaku menangis, seperti popok basah, lapar, ingin dipeluk, dll.; bagaimanapun juga, bagi bayi, mereka hanya ingin “menangis” untuk meminta bantuan dan solusi. Jika mereka merasa puas, mereka secara alami akan lebih jarang menangis.

  Situasi 1: Lapar

  Bayi sangat mungkin menangis karena mereka lapar, tetapi sebenarnya, sebelum mereka menangis, mereka sudah mengkomunikasikan keinginan mereka untuk makan melalui gerakan-gerakan kecil atau tidak biasa, seperti memelintir leher atau tubuh mereka, menyentuhkan jari-jari mereka ke mulut mereka, membuka mulut mereka sedikit, atau bahkan meludahkan lidah mereka. Jika orang tua tidak memperhatikan tanda-tanda ini, bayi akan meledak dengan emosi dan menangis ketika ia telah menahan lapar terlalu lama.

  Para orang tua harus mengamati bayi mereka secara dekat sebelum dan sesudah mereka minum susu atau makan lauk pauk, sehingga mereka dapat memahami pola perilaku mereka dan secara bertahap memenuhi kebutuhan makanan bayi mereka pada waktu yang tepat. Ia memperingatkan bahwa bayi tidak boleh terbiasa makan setelah menangis. Dalam jangka panjang, mereka mungkin melewatkan gerakan kecil sebelumnya dan mengembangkan pola menangis untuk makanan, yang tidak membantu perkembangan kebiasaan makan di masa depan.

  Kondisi 2: Popok basah

  Ketika bayi menggunakan popok dalam jangka waktu yang lama, pantat mereka berada di ruang yang lembab, panas dan semi tertutup, belum lagi kontak berulang dengan kotoran, yang semuanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada kulit halus mereka dan secara alami menyebabkan tangisan.

  [Metode Penenangan yang Disarankan] Tingkat toleransi setiap bayi berbeda dan frekuensi waktu penggantian sedikit berbeda. Namun, pada prinsipnya, disarankan agar orang tua berinisiatif untuk memeriksa setiap kali mereka melihat popok basah atau bayi mereka tidak nyaman, sehingga mereka dapat mengganti popok.

  Kondisi 3: Kelelahan dan keceriaan

  Saya yakin para orang tua pernah mengalami hal ini sebelumnya: bayi mereka terlihat lelah, tetapi karena ada begitu banyak hal di sekelilingnya yang menarik baginya, ia menganggapnya menarik, dan mereka merasa sulit untuk berkeliling. Penting bagi Anda untuk tidak lupa bahwa bayi Anda sangat lelah.

  Orang tua harus berinisiatif untuk mendeteksi tanda-tanda bahwa bayi mereka mulai lelah, seperti mudah tersinggung, menggosok mata, menguap, dll. Setelah itu, secara bertahap kurangi elemen-elemen di sekitarnya yang akan menarik bayi Anda atau kurangi kegembiraan bermain, sehingga ia perlahan-lahan bisa tenang dan belajar mengenali untuk tidak terus bermain; pada saat yang sama, Anda harus mengatur “ritual” tidur, seperti Mandi, berganti piyama, berbaring, mendengarkan cerita, dll. Biarkan bayi Anda tahu bahwa ketika dia lelah dan melakukan hal-hal ini, dia perlu tidur dan beristirahat.

  Situasi 4: Membutuhkan teman

  Beberapa bayi akan menangis dan menjerit dan mungkin hanya ingin atau menikmati kebersamaan dengan keluarga mereka. Hanya dengan memiliki anggota keluarga di sekitar, mendengarkan suara, mencium bau, dll., dapat membantu bayi Anda merasa nyaman. Selain itu, sebagian bayi mungkin menangis ketika mereka bosan bermain sendiri, hanya untuk mendapatkan perhatian dari keluarganya.

  [Metode Menenangkan yang Disarankan] Disarankan untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk bermain dan berbicara dengan bayi Anda secara teratur; tetapi ingatkan, jangan meletakkan tanggung jawab ini hanya pada ibu atau ayah, lebih baik orang tua bergiliran untuk berbagi tekanan, bayi juga dapat mengembangkan hubungan yang erat dengan orang tua pada saat yang sama.

  Kondisi 5: Kolik

  Kadang-kadang bayi menangis karena kolik yang tidak diketahui asalnya; menurut pengalamannya, jenis kolik ini paling sering terjadi pada sore atau malam hari, sehingga merupakan hal yang umum untuk melihat orang tua yang cemas membawa bayi mereka ke klinik selama waktu ini.

  Alasannya tidak jelas, sehingga orang tua umumnya disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Namun, kondisi berikut ini dapat diperiksa di rumah: apakah bayi baru saja berganti merek susu bubuk, bagaimana bayi beradaptasi dengan makanannya, apakah ada refluks gastro-esofagus, keadaan buang air besar, dll.; informasikan kepada dokter pada saat konsultasi untuk diagnosis dan pengobatan.

  Kondisi 6: Minum susu tanpa bersendawa

  Hal ini biasanya lebih umum terjadi pada bayi yang minum susu formula. Apabila bayi tidak disendawakan setelah minum susu, saluran pencernaannya akan mudah kembung dan tidak nyaman, dan secara alamiah mereka akan lebih banyak menangis.

  [Metode menenangkan yang disarankan] Ketika bayi Anda sudah cukup minum susu, pastikan Anda menyendawakan bayi Anda sampai Anda yakin sendawa itu keluar. Jika Anda mendapati bahwa bayi Anda rentan terhadap perut kembung, selain karena bersendawa, Anda juga harus memperhatikan apakah hal itu disebabkan oleh faktor lain, seperti dot yang tidak pas (mengakibatkan asupan udara yang berlebihan).

  Kondisi 7: Perbedaan suhu yang besar

  Suhu tubuh bayi mirip dengan suhu tubuh orang dewasa, tetapi kemampuan mereka untuk mengatur suhu tubuh mereka masih belum matang; jika mereka menghadapi perbedaan suhu yang lebar, seperti terlalu panas atau terlalu dingin, tubuh mereka akan sulit beradaptasi dan mereka akan mudah menjadi tidak nyaman dan menangis. Selain itu, para orang tua sering khawatir bayi mereka masuk angin dan memakaikan pakaian yang terlalu banyak, sehingga suhu tubuh mereka sedikit lebih tinggi daripada lingkungan luar, yang juga dapat dengan mudah menyebabkan ketidaknyamanan.

  Selain menghindari membawa bayi Anda ke lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin, sebaiknya Anda memakaikan bayi Anda pakaian yang sama seperti orang dewasa, dengan jaket kecil paling banyak.

  Situasi 8: Penolakan terhadap lingkungan

  Setiap bayi memiliki temperamen yang berbeda, dan beberapa bayi lebih sensitif terhadap lingkungannya; ketika ada faktor di lingkungan yang mengganggu mereka atau menyebabkan mereka merasa tidak nyaman atau tidak nyaman, mereka akan mengekspresikan “ketidaksukaannya” secara langsung dengan menangis. Misalnya, jika bayi sedang tidur dan orang tuanya menyalakan lampu atau berbicara di dekatnya, sebagian bayi tidak menyukai perasaan itu dan akan terbangun sambil menangis.

  Orang tua harus mengamati karakteristik bayi mereka dan memahami toleransi dan kepekaannya terhadap orang dan benda-benda di sekelilingnya, sehingga mereka dapat memberikan atau menciptakan lingkungan yang sesuai agar ia merasa nyaman.

  Kondisi 9: Gigi bayi yang sedang tumbuh

  Sejak usia enam bulan dan seterusnya, gigi bayi akan mulai muncul; beberapa bayi akan mengalami apa yang dikenal sebagai “sakit gigi”.

  Beberapa orang tua mungkin menggunakan handuk kasa yang dicelupkan ke dalam air mendidih untuk memijat gusi bayi mereka, yang bisa lebih atau kurang menenangkan. Namun, lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter gigi anak.

  Kondisi 10: Kebiasaan tidur

  Bayi memiliki kepribadiannya sendiri dan, tentu saja, kebiasaan tidur yang berbeda. Sebagian bayi tidur nyenyak ketika berbaring telentang dan ditutupi dengan selimut kecil, tetapi sebagian lainnya perlu dibungkus dengan handuk (bersama dengan lengan dan kaki mereka) untuk tertidur; jika hal ini tidak dilakukan, bayi akan menjadi mudah tersinggung dan menangis.

  Orang tua harus memahami karakteristik bayinya dan mencoba untuk bekerja sama selama tindakan atau posisi tertentu yang ia sukai tidak membahayakan.