Bau mulut setelah bangun tidur biasanya disebabkan oleh perawatan mulut yang tidak tepat, pemberian makan yang tidak tepat, infeksi Helicobacter pylori, dan penumpukan makanan. Orang tua perlu memperhatikan bayi ke rumah sakit tepat waktu untuk melakukan pemeriksaan yang relevan, diagnosis yang jelas, memberikan pengobatan simtomatik. Penyebab dan perawatan umum 1, perawatan mulut yang tidak tepat: bayi secara bertahap menambahkan makanan pendamping ASI, perawatan mulut yang tidak tepat, seperti tidak menggosok gigi, dapat menyebabkan sisa makanan dalam fermentasi mulut, menyebabkan bau mulut. Jadi bayi perlu membersihkan mulutnya tepat waktu setelah tumbuh gigi, hindari minum susu saat tidur, dan kurangi asupan makanan manis. Orang tua juga perlu ke rumah sakit secara teratur untuk memeriksa perkembangan gigi; 2, pemberian makanan yang tidak tepat: sistem pencernaan bayi tidak berkembang dengan baik, jika Anda menambahkan makanan pendamping untuk gula tinggi, makanan berlemak tinggi, seperti cokelat, daging berlemak, dll., dapat menambah beban pada saluran usus bayi, perut kembung, sakit perut, halitosis, dan gejala lainnya. Jadi disarankan untuk memilih makan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti bubur labu, puding telur, dll.; 3, infeksi Helicobacter pylori: infeksi saluran cerna bayi Helicobacter pylori, dapat disebabkan oleh penguraian bakteri urea untuk menghasilkan amonia, yang pada gilirannya menyebabkan bau mulut. Biasanya di bawah bimbingan dokter profesional menggunakan omeprazole, amoksisilin dan pengobatan antibakteri lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda perlu berbagi makanan dan menghindari terjadinya ciuman mulut ke mulut pada bayi serta perilaku saling mencubit makanan, dll.; 4. Penumpukan makanan: bayi yang mengalami penumpukan makanan akibat gangguan pencernaan, yang menyebabkan penumpukan makanan dalam jumlah besar di dalam perut dan menyebabkan fermentasi, juga akan menghasilkan bau mulut setelah bangun tidur. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda perlu menghindari makan berlebihan serta makanan pedas dan merangsang, seperti stik cabai dan cabai. Tindakan Pencegahan Setelah menyusui dan memberi makan, Anda dapat melatih bayi Anda untuk berkumur dengan air dan membersihkan noda susu dan sisa makanan tepat waktu untuk memastikan kesehatan mulutnya.