Untuk penglihatan ganda okular, selain tes oftalmik yang biasa dilakukan seperti ketajaman visual, optometri dan gerakan mata, tes kaca mata merah diperlukan untuk membedakan antara diplopia monokular dan diplopia binokular dengan cara melihat area yang terang dengan salah satu atau kedua mata di ruangan yang relatif gelap. Jika pasien melihat dua cahaya terpisah, merah dan putih, setelah menutup satu mata dengan kaca mata merah, ini menunjukkan diplopia binokular. Jika lampu terlihat hanya dengan satu mata, lampu yang tumpang tindih dapat terlihat, biasanya mengindikasikan diplopia monokular. Tergantung pada gejala-gejala lain yang dialami pasien, tes lebih lanjut seperti radiografi dan tes darah kemudian akan dilakukan untuk mengklarifikasi penyebab pastinya.