Hiperplasia gingiva dan kanker gingiva memiliki perbedaan dalam hal etiologi, manifestasi klinis dan bahaya, dan harus secara aktif dikonsultasikan ketika terjadi kelainan gingiva.
1. Penyebab yang berbeda. Hiperplasia gingiva adalah sejenis lesi jinak akibat pembersihan mulut yang tidak sempurna, makanan yang tertanam, kalkulus, plak, dan penyebab lain dari hiperplasia inflamasi pada gusi. Kanker gingiva adalah sejenis penyakit ganas, penyebab spesifiknya tidak diketahui, sebagian besar disebabkan oleh kecanduan tembakau dan alkohol jangka panjang, kekurangan gizi, dan faktor lain yang menyebabkan hiperplasia heterogen pada jaringan gingiva.
2. Manifestasi klinis yang berbeda. Hiperplasia gingiva terutama dimanifestasikan sebagai gusi merah terang, bengkak dan nyeri yang jelas. Kanker gingiva sebagian besar dimanifestasikan sebagai ulkus dalam yang tidak sembuh berulang kali, yang mungkin disertai dengan organisme baru seperti payung mikotik dan tidak disertai rasa sakit.
3. Efek yang berbeda pada tubuh manusia. Hiperplasia gingiva dapat memperburuk perlekatan plak dan memperparah peradangan, dan pada kasus yang serius, dapat melibatkan tulang alveolar, yang mengakibatkan melonggarnya atau hilangnya gigi, yang mempengaruhi makan dan kualitas hidup. Kanker gingiva dapat menyerang jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembatasan pembukaan mulut dan ulserasi pada orofaring, dan bahkan mengikis jaringan tulang, merusak kualitas tulang rahang dan bermetastasis melalui getah bening.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memperhatikan kebersihan mulut dan pola makan yang sehat, dan ketika kita menemukan perubahan abnormal pada gusi, kami sarankan untuk pergi ke departemen stomatologi dan bekerja sama dengan dokter untuk pemeriksaan dan perawatan untuk menghindari penundaan pengobatan.