Periode kritis perkembangan untuk bayi berusia 0 hingga 3 tahun

  Perkembangan awal bayi dan balita semakin mendapat perhatian dari masyarakat dan orang tua, terutama perkembangan intelektual dan pendidikan dini. Di era masyarakat yang sangat kompetitif ini, tidak ada yang ingin membiarkan anak-anak mereka kalah di garis start.
Dari hukum tumbuh kembang anak, beberapa tahun pertama setelah kelahiran merupakan masa kritis bagi pertumbuhan anak secara penuh dan perkembangan yang komprehensif dalam aspek fisik, mental, emosional dan sosial, sedangkan usia 0 hingga 3 tahun merupakan masa emas bagi perkembangan otak. Penelitian modern menunjukkan bahwa bayi 3 hari setelah lahir dapat memusatkan pandangannya pada wajah ibunya, bayi berusia setengah tahun dapat membentuk konsep awal, bayi setelah usia 1 tahun mulai memiliki kemampuan penalaran dan bahasa, dan usia 2 hingga 3 tahun merupakan periode terbaik untuk mengembangkan bahasa.
Dapat dikatakan bahwa usia 0 hingga 3 tahun merupakan masa paling sensitif untuk perkembangan motorik dan kemampuan berbahasa, sehingga orang tua, sesuai dengan hukum tumbuh kembangnya dan karakteristik perkembangan neuropsikologisnya, menciptakan rangsangan lingkungan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dan perkembangan anak pada setiap tahap perkembangan selama masa kritis atau sensitif, sehingga fisiologi, psikologi, dan perilaku anak dapat berinteraksi satu sama lain serta menstimulasi perkembangan anak secara menyeluruh, sehingga pendidikan usia dini dapat mencapai

Sensitivitas anak merupakan faktor kunci dalam perkembangan anak. Periode kepekaan bahasa bayi dimulai ketika ia mulai melihat bentuk mulut orang dewasa dan mengeluarkan suara menyalak. Kemampuan bahasa dibagi menjadi kemampuan bahasa lisan dan bahasa tulisan, sebelum usia 3 tahun adalah masa peka bahasa lisan, 0-1 tahun adalah masa pra-bahasa, anak dari suka mendengar bisa mengerti; 1-3 tahun adalah masa bahasa, di mana anak usia 1-2 tahun bisa mengekspresikan artinya sendiri hanya dengan kata-kata; setelah anak usia 2 tahun

Bahasa anak adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan anak.
Orang tua harus menyediakan lingkungan yang sesuai untuk persepsi bicara dan bahasa anak, sehingga bayi dapat sepenuhnya memahami bahasa dan sering berkomunikasi dengan bayi. Pada usia 2-3 bulan, ibu dapat menggunakan menyusui untuk “berbicara” dengan bayinya.
Saat belajar berbicara, bayi harus diajarkan pengucapan yang benar sehingga ia dapat secara aktif meniru bahasa orang dewasa. Melalui kontak sehari-hari dengan orang dan benda, bayi dipandu untuk menghubungkan benda, hal, dan tindakan dengan ekspresi. Rangsangan bahasa yang cocok untuk bayi termasuk siaran radio, cerita pendek, lagu anak-anak, dan pertukaran verbal yang bersahabat, yang semuanya dapat membangkitkan minat untuk memahami bahasa.
Anak-anak mulai pada tahap pemahaman bahasa dan kemudian menjadi sangat termotivasi secara verbal. Seiring bertambahnya usia, kehidupan menjadi semakin kaya dan kesempatan untuk berkomunikasi secara verbal meningkat. Penting untuk mengembangkan dan memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa dan kemampuan mereka untuk mengekspresikan diri mereka sendiri, untuk menggunakan berbagai kesempatan untuk menciptakan peluang untuk komunikasi verbal, untuk mengajarkan bahasa sehari-hari dan untuk menginspirasi anak-anak untuk berbicara; untuk mengajar anak-anak untuk mengenali orang-orang dan benda-benda di sekitar mereka dan untuk melatih keterampilan bahasa mereka. Anak-anak harus diajari untuk mengenali orang-orang dan benda-benda di sekitar mereka dan melatih kemampuan bahasa mereka. Tanamkan kebiasaan baik dalam hal tidur, makan, kebersihan, dll. dan kebajikan mencintai pekerjaan dan peduli pada orang lain; latihlah anak-anak untuk memakai dan melepas pakaian, sepatu dan kaus kaki, membuka kancing dan tali sepatu, serta kemampuan merawat diri lainnya. Doronglah anak-anak untuk membangun kepercayaan diri mereka dalam mengatasi kesulitan, dan ketika mereka menghadapi kesulitan, ajarkan mereka untuk tidak langsung meminta bantuan, tetapi doronglah mereka untuk mencoba.
Biarkan anak-anak bermain permainan peran bersama, sehingga mereka dapat belajar mengikuti aturan tertentu, bekerja sama satu sama lain dan menunjukkan solidaritas dan cinta, dan mengembangkan hubungan dengan teman sebayanya melalui permainan tersebut.

Anak-anak diajarkan untuk menyapa orang-orang di sekitar mereka dengan cara yang sopan.
Menumbuhkan kualitas moral dan emosi yang baik pada anak-anak, seperti mengajarkan mereka untuk mencintai mainan, bersikap sopan, tidak membuang kulit, berinisiatif membersihkan mainan, tidak memetik bunga di taman, tidak buang air kecil dan besar di sembarang tempat, dll. Orang dewasa harus menghormati anak-anak dan tidak mengomentari kekurangan mereka di depan wajah mereka. Jika mereka melakukan kesalahan, mereka harus mengajari mereka untuk mengakui kesalahan dan berani memperbaikinya, dan memuji serta mendorong mereka tepat waktu setelah mereka berusaha. Anak-anak harus dipuji untuk perilaku yang baik dan dikritik serta dikoreksi untuk perilaku yang buruk pada waktu yang tepat.