Manfaat menyusui bagi ibu Menyusui sangat kondusif untuk membina hubungan yang baik antara ibu dan anak. Ibu menikmati kepuasan menjadi ibu, dan anak merasakan perhatian ibu dan rasa aman, yang kondusif untuk pertukaran emosional antara ibu dan anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara serta melindungi kesehatan ibu. Menyusui secara efektif dapat membakar lemak yang terakumulasi selama kehamilan, yang dapat mendorong pemulihan bentuk tubuh dan menghindari obesitas pasca melahirkan. Mengenakan pakaian dalam yang tepat saat menyusui dapat mengencangkan payudara dan menghindari payudara kendur. Ibu yang menyusui memiliki rasa pencapaian dan lebih percaya diri. Manfaat menyusui bagi bayi ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dan membantu perkembangannya. ASI sangat mudah dicerna dan diserap serta dapat digunakan secara efektif oleh tubuh bayi. Bagi bayi, ASI tidak hanya memiliki jumlah nutrisi yang tepat, tetapi juga jumlah protein dan mineral yang tepat yang tidak dapat ditoleransi oleh bayi karena fungsi pencernaan dan ekskresi ginjal mereka belum sepenuhnya berkembang. Meskipun kandungan protein dan mineral ASI tidak setinggi susu sapi, namun kandungan tersebut dapat dicampur ke dalam rasio yang kondusif untuk penyerapan, sehingga bayi dapat menyerap nutrisi tanpa menambah beban pencernaan dan ekskresi. ASI juga memiliki rasio asam lemak yang baik, yang tidak hanya mudah diserap, tetapi juga mengandung asam lemak esensial yang cukup untuk perkembangan normal bayi. ASI juga mengandung cukup asam amino dan laktosa, yang mendorong perkembangan otak bayi. ASI tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, tetapi juga melindungi bayi dari infeksi, mencegah diare dan infeksi saluran pernapasan, serta mengurangi alergi pada bayi. Kolostrum (mengandung antibodi dan faktor buang air besar) adalah yang paling penting untuk fungsi kekebalan tubuh bayi, dan ibu harus memberikannya kepada bayi mereka sebanyak mungkin. Menyusui sangat penting untuk perkembangan kepribadian bayi dan hubungan orang tua-anak. Selama menyusui, terjadi kontak kulit-ke-kulit dan kontak mata-ke-mata antara bayi dan ibu, yang memenuhi kebutuhan bayi akan kehangatan, rasa aman, dan cinta.