Betaxolol (metoprolol) adalah beta-blocker dan memiliki berbagai aplikasi: hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, hipertiroidisme, sirosis dan penyakit lainnya dapat diterapkan. Namun, obat ini bukan obat mujarab, ada juga efek sampingnya, jadi di sini untuk mengingatkan semua orang untuk memperhatikan penerapan poin-poin berikut: Rumah Sakit Afiliasi Pertama dari Henan College of Traditional Chinese Medicine, Departemen Kardiologi, Jing Yu Ma 1, pasien dengan asma bronkial dilarang; 2, tekanan darah rendah, denyut jantung atau denyut nadi pasien dengan penggunaan lambat; 3, gagal jantung akut, atau gagal jantung kronis untuk waktu yang singkat diperburuk oleh penggunaan sementara; 4, jika sudah diterapkan, efek samping seperti: kelemahan, ekstremitas bawah dingin, fungsi seksual berkurang. 5. Metoprolol tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba, karena dapat menyebabkan rebound dan perburukan. Misalnya, jika pasien mengonsumsi metoprolol 50mg dua kali sehari, dosis dapat dikurangi dengan mengonsumsi 25mg dua kali sehari selama 1 atau 2 minggu dan kemudian terus mengurangi dosis sesuai dengan metode ini. Penting untuk mengamati pengurangan seiring berjalannya waktu dan segera mencari pertolongan medis jika ada masalah. Selain itu, penambahan obat secara bertahap yang dapat menggantikan efek metoprolol akan membantu mempertahankan kemanjuran pengobatan.