Mengapa pupil mata membesar dan menyempit?

Pupil adalah lubang bundar di bagian tengah iris dan berdiameter sekitar 3mm hingga 4mm pada orang normal dalam cahaya umum. Ukuran pupil berubah secara berkala sepanjang hidup seseorang seiring dengan bertambahnya usia. Diameter pupil lebih kecil pada anak kecil hingga usia satu tahun karena otot pembuka pupil belum berkembang; pupil lebih besar pada remaja dan orang dewasa; pupil sedikit lebih besar pada wanita dibandingkan pria; setelah usia 40 tahun, diameter pupil menyusut pada usia tua; pupil lebih besar pada mata rabun jauh dibandingkan mata rabun dekat; pupil lebih besar saat terjaga dibandingkan saat tertidur; dan rangsangan cahaya yang terang, emosi yang menggebu-gebu, serta rasa sakit yang hebat, semuanya bisa menyebabkan pupil menyusut. Singkatnya, dalam keadaan normal, ukuran pupil mata selalu berubah secara dinamis. Jadi, mengapa ukuran pupil bisa berubah? Salah satunya adalah sfingter pupil, yang tersusun dalam pola melingkar di sekeliling pupil dalam iris mata, dan mengecilkan pupil ketika berkontraksi. Yang lainnya adalah sfingter pupil, yang tersusun secara radial di dalam iris dan membuka pupil lebar-lebar ketika berkontraksi. Kedua otot ini dipersarafi oleh dua jenis saraf, dan dalam keadaan normal, keduanya saling berkoordinasi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata dengan membuka atau menutup pupil dalam berbagai situasi yang berbeda. Pemeriksaan klinis pupil sangat penting, baik dalam bidang oftalmologi, penyakit dalam, neurologi, maupun bedah otak. Dokter dapat menentukan lokasi dan sifat penyakit berdasarkan ukuran pupil dan responsnya terhadap cahaya, yang dapat sangat membantu dalam diagnosis dan prognosis penyakit.