Ada banyak penyebab klinis dari kelesuan dan kantuk, yang paling umum adalah dua penyakit berikut: pertama, keadaan depresi, keadaan depresi sebagian besar terlihat pada pasien wanita, terutama wanita menopause lebih sering terjadi, terutama karena insomnia yang disebabkan oleh tekanan mental yang berkepanjangan, pasien juga dapat disertai dengan suasana hati yang rendah, penurunan minat, menyalahkan diri sendiri, keadaan depresi juga dapat menjadi manifestasi serius dari kepanikan, sesak dada, sendawa dan gejala somatisasi lainnya. Pasien biasanya harus mempertahankan suasana hati yang optimis dan ceria, berpartisipasi dalam olahraga dan kegiatan sosial yang sesuai, dan mengunjungi departemen psikologi psikiatri bila perlu. Kedua, insomnia, pasien insomnia yang berkepanjangan juga dapat muncul kelemahan, pusing, mengantuk dan gejala lainnya, pasien terutama memanifestasikan kesulitan dalam tertidur, melamun, terbangun lebih awal dan kesulitan tertidur lagi setelah bangun. Karena kualitas tidur yang buruk, organisme tidak mendapatkan istirahat yang cukup, sehingga gejala kelemahan dan kantuk akan muncul. Pasien disarankan untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik, relaksasi mental dan, jika perlu, kunjungan ke departemen neurologi dianjurkan. Ketiga, anemia, pasien anemia sering disertai pucat, panik, sesak dada, kehilangan nafsu makan dan gejala lainnya, jumlah darah menunjukkan jumlah sel darah merah yang rendah dan berkurangnya kandungan hemoglobin. Keempat, hipotiroidisme. Pasien mungkin mengalami bradikardia dan takut dingin, kehilangan nafsu makan, oedema berlendir, dan tes fungsi tiroid yang menunjukkan penurunan T3 dan T4 serta peningkatan TSH.