Empat tes untuk hipertensi meliputi aldosteron, kortisol, renin, dan hormon adrenokortikotropik. Tujuan tes: Tes ini terutama digunakan untuk menyingkirkan penyebab sekunder hipertensi, seperti aldosteronisme primer, pheochromocytoma, stenosis arteri ginjal dan sindrom Cushing. Skrining untuk orang: Populasi yang cocok adalah orang muda dan setengah baya dengan hipertensi sedang atau berat, serta pasien dengan hipertensi refrakter. Aldosteron: Ini adalah hormon steroid, yang merupakan bagian dari sistem renin-angiotensin. Hormon ini terutama bekerja pada ginjal untuk meningkatkan reabsorpsi ion dan molekul air. Sekresi aldosteron yang berlebihan oleh korteks adrenal pada hiperaldosteronisme primer. Manifestasi klinis utama adalah hipertensi dengan hipokalemia. Kortisol: Ini adalah jenis glukokortikoid. Kortisolisme disebabkan oleh kelainan endokrin yang mengakibatkan hiperplasia kortikal adrenal bilateral atau tumor adrenal yang mengeluarkan kortisol berlebihan. Peningkatan kortisol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Sindrom Cushing adalah salah satu bentuk kortisolisme. Renin: Hidrolase protein yang merupakan komponen dari sistem renin-angiotensin. Renin mengkatalisis konversi angiotensinogen menjadi angiotensin, yang meningkatkan tekanan darah. Hormon adrenokortikotropik: Hormon adrenokortikotropik mendorong proliferasi jaringan di korteks adrenal serta produksi dan sekresi kortikosteroid, yang meningkatkan tekanan darah. Catatan Pemeriksaan: Tes ini memperoleh darah sekitar 1,8 ml plasma. Nilai referensi dari empat item hipertensi dalam keadaan normal adalah: aldosteron adalah 40-310pg/mL, kortisol 4,26-24ug/dl, renin 14-38pg/mL, dan adrenokortikotropik 7,2-63,4pg/mL.