Distres pernapasan kardiogenik didefinisikan sebagai dispnea kardiogenik yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti peningkatan tekanan hidrostatik dan umumnya dikaitkan dengan edema paru kardiogenik akibat insufisiensi jantung kiri, yang pada gilirannya menyebabkan kegagalan pernapasan. Dispnoea kardiogenik terutama disebabkan oleh gagal jantung kiri dan atau jantung kanan, keduanya terjadi dengan mekanisme yang berbeda, dengan gagal jantung kiri menyebabkan dispnoea yang lebih parah. Jadi, bagaimana seharusnya pasien mencegah gangguan pernapasan kardiogenik yang disebabkan oleh gagal jantung kiri secara umum? Berikut ini adalah pengantar singkatnya: 1. Mencegah pilek: Selama musim dingin dan flu atau jika terjadi perubahan iklim yang tiba-tiba, pasien harus lebih sedikit keluar rumah, memakai masker dan menambahkan pakaian yang sesuai, dan pergi ke tempat yang tidak terlalu ramai. Jika terjadi infeksi saluran pernapasan, sangat mudah bagi kondisi pasien untuk memburuk dengan tajam. 2, aktivitas sedang: lakukan beberapa aktivitas fisik sesuai kemampuan Anda, tetapi hindari aktivitas yang terlalu banyak, terlalu keras, dan tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang lebih berat, untuk menghindari kejengkelan gagal jantung secara tiba-tiba. 3. Diet harus ringan dan kurang asin: diet harus kurang berminyak, dengan lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Bagi pasien yang sudah mengalami gagal jantung, asupan garam harus dikontrol. Asupan garam yang berlebihan dapat memperburuk retensi cairan dan oedema, tetapi tidak perlu sepenuhnya bebas garam. 4.Gaya hidup sehat: Pastikan untuk berhenti merokok dan minum alkohol, jaga keseimbangan pikiran Anda dan jangan biarkan emosi Anda berfluktuasi terlalu banyak, dan juga pastikan tidur yang cukup. 5, pengobatan tepat waktu berbagai penyakit primer penyakit jantung, seperti penyakit kaki, hipertiroidisme, hipertensi, rematik, arteriosklerosis, dll. 6.Secara aktif mengobati berbagai penyakit jantung, seperti sakit jantung, kelumpuhan dada, distensi paru-paru, palpitasi, palpitasi dan vertigo, untuk mencegah terjadinya gagal jantung, dan begitu penyakit berkembang, harus secara aktif diselamatkan dan diobati tepat waktu. 7. Mengamati kondisi dengan cermat dan hati-hati serta cermat mengatur perawatan. Catat secara akurat suhu tubuh, respirasi, denyut dan irama jantung, tekanan darah, berat badan, output urin, dll. Operasi harus ringan, hati-hati dan waspada, bahasanya harus lambat dan rendah, dan pada saat yang sama melakukan pekerjaan perawatan psikiatri yang baik untuk meringankan pikiran pasien; pasien yang sakit parah harus benar-benar beristirahat di tempat tidur, sedangkan yang lebih ringan dapat melakukan aktivitas yang sesuai, seperti senam, tai chi dan berjalan kaki.