Dengan meningkatnya mobilitas fisik, merupakan proses alami bagi mereka untuk mulai belajar berjalan setelah berguling, duduk, merangkak dan berdiri. Alat bantu jalan mungkin tampak nyaman dan dapat diandalkan, tetapi sebenarnya sangat berbahaya. Pertama, alat bantu jalan tidak bermanfaat untuk melatih berjalan. Baik merangkak maupun berjalan tegak sebenarnya merupakan hasil dari kemampuan bayi untuk mengendalikan pusat gravitasinya sendiri dan mengkoordinasikan gerakan otot. Ketika menggunakan alat bantu jalan, alat bantu jalanlah yang mengendalikan berat badan bayi, sehingga tidak memungkinkan bayi untuk mencapai efek pembelajaran motorik yang seharusnya. Kedua, bayi hanya memiliki sedikit kalsium dalam tulangnya, yang lunak dan mudah berubah bentuk. Otot-otot tungkai bawah dan kelompok otot yang menahan lengkungan kaki belum sepenuhnya berkembang, dan alat bantu jalan berjalan berjalan dengan kecepatan meluncur yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh bayi, yang dapat dengan mudah menyebabkan deformasi tulang belakang dan tungkai bawah bayi. Ketiga, alat bantu jalan tidak aman dan dapat dengan mudah terjungkal karena berat badan bayi, atau meluncur dengan cepat dari pandangan ibu dan ayah, sehingga menyebabkan bahaya. Akhirnya, bantuan ibu dan ayah dalam proses balita akan sangat membantu bayi, baik itu petunjuk psikologis, kata-kata dorongan atau bantuan praktis, yang akan memungkinkan bayi untuk mendapatkan awal yang mantap sejak dini. Jangan menyerahkan tugas mengajari bayi Anda berjalan kepada alat bantu jalan hanya untuk menghemat waktu dan tenaga.