Apa yang harus dilakukan terhadap delirium pasca operasi pada meningioma

Delirium pasca operasi setelah meningioma dikaitkan dengan, antara lain, lingkungan otak yang terganggu yang menyebabkan perubahan akut pada otak seperti kerusakan sistem neurotransmitter, neuroendokrin dan neuroimun. Pengobatan umum dan obat antipsikotik dapat digunakan untuk membantu pasien pulih. 1. Perawatan umum: Pastikan waktu istirahat yang cukup untuk pasien dan ciptakan lingkungan perawatan yang baik (misalnya, siang dan malam di bangsal: cahaya yang cukup di siang hari, gelap dan tenang di malam hari, dll.). 2. Obat antipsikotik: Pasien dengan gangguan persepsi atau delusi yang parah dapat dipertimbangkan untuk menjalani pengobatan dengan obat antipsikotik seperti yang diresepkan oleh dokter. Obat antipsikotik yang umum digunakan termasuk haloperidol, yang dapat memblokir reseptor dopamin di otak dan memiliki efek anti-khayalan halusinasi dan efek agitasi anti-semangat. Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan mielosupresi, glaukoma, dan Parkinson. Efek sampingnya meliputi distonia akut, mulut kering, sembelit, dan berkeringat. Pasien yang mengalami delirium setelah operasi meningioma harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan di bawah bimbingan dokter untuk melakukan perawatan rutin.