Fokus pada tanda-tanda awal bayi baru lahir berisiko tinggi

Neonatus berisiko tinggi (disebut sebagai bayi berisiko tinggi) adalah bayi baru lahir yang telah terpapar berbagai faktor berisiko tinggi selama masa neonatal dan telah mengembangkan atau kemungkinan besar akan mengembangkan penyakit kritis. Risiko klinis yang paling umum meliputi: prematuritas pada usia kehamilan <37 minggu, berat badan lahir rendah <2500 g, malnutrisi dalam kandungan, gawat janin, ensefalopati iskemik-hipoksia, perdarahan intrakranial, hipoglikemia persisten, hipoksemia persisten, hemolisis neonatal, septikemia, hiperbilirubinemia, kelainan otak pada pencitraan, dan persalinan macet saat persalinan.  Deteksi dini terhadap pertumbuhan fisik atau penyimpangan perkembangan, penilaian, diagnosis, dan intervensi dini dapat mengurangi kejadian pertumbuhan fisik dan perkembangan masalah perilaku dan disabilitas, meningkatkan perkembangan fisik-motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional anak secara keseluruhan, serta meningkatkan kualitas hidup anak.  Tanda-tanda awal anak yang berisiko: 1. Menangis sepanjang hari, sulit tidur, mudah terkejut, jengkel, atau terlalu pendiam, sering menggeleng-gelengkan kepala, rahang, dan anggota tubuh  2. Kesulitan makan, sering gumoh dan tersedak Lengan dan kaki bayi sering ditekuk atau diluruskan dengan susah payah, dan ia tidak dapat menahan kepalanya; pada usia 3 bulan, ia tidak dapat menahan kepalanya pada posisi tengkurap (kepala dari tempat tidur); 5. Reaksi yang kuat atau tidak ada reaksi terhadap suara dan cahaya.  6 . Tidak melihat wajah saat menyusu, mata tidak berputar secara fleksibel.  7. Ketegangan yang berlebihan (seperti tongkat) atau kelemahan anggota badan.  8. Masih mengepalkan tangan pada usia 4 bulan, ibu jari dekat dengan telapak tangan dan masuk ke dalam.  Penanganan bayi yang berisiko: Tindak lanjut rutin setelah keluar dari rumah sakit: 6 bulan sekali, 2 bulan sekali dari usia 6 hingga 12 bulan, dan 3 bulan sekali dari usia 12 hingga 24 bulan.  Anak harus menerima bimbingan tepat waktu dari dokter mengenai pemberian makan yang sehat dan intervensi rehabilitasi komprehensif dini jika terdeteksi adanya penyimpangan perkembangan.