Apa yang menyebabkan gigi berjejal?

Gigi berjejal adalah maloklusi yang paling umum terjadi. 60-70% pasien dengan maloklusi memiliki derajat yang berbeda-beda, apa penyebab maloklusi ini? Gigi berjejal disebabkan oleh ketidakseimbangan gigi dan tulang, di mana volume gigi (lebar total gigi) relatif besar dan volume tulang (panjang lengkung alveolar) relatif kecil, dan panjang lengkung gigi tidak cukup untuk mengakomodasi semua gigi dalam lengkung gigi. Berikut ini adalah alasan utama ketidakseimbangan tulang gigi: 1. Faktor evolusi Organ pengunyahan telah menunjukkan kecenderungan untuk mengalami degenerasi dan melemah selama evolusi manusia. Tingkat degenerasi setiap organ pengunyahan berbeda, degradasi otot adalah yang tercepat, diikuti oleh tulang, gigi adalah yang paling lambat, ketidakseimbangan degradasi ini merupakan latar belakang evolusi ras kepadatan gigi manusia. 2, faktor genetik Ukuran, jumlah dan bentuk gigi, ukuran, posisi dan bentuk tulang rahang semuanya tunduk pada kontrol genetik yang kuat. Organ pengunyahan manusia secara genetik didominasi oleh bentuk degeneratif. 3 . Faktor lingkungan Hilangnya gigi geraham kedua secara dini menyebabkan pergerakan gigi geraham permanen pertama ke depan, panjang lengkung gigi menjadi lebih pendek, dan terjadi crowding. 4, kebiasaan buruk Hambatan penggantian gigi susu dan gigi permanen memainkan peran penting dalam terjadinya gigi berjejal. Kehilangan gigi susu lebih awal, terutama kehilangan gigi geraham kedua lebih awal, menyebabkan gigi geraham permanen pertama bergerak maju, sehingga panjang lengkung gigi menjadi lebih pendek, dan terjadilah gigi berjejal karena posisi gigi permanen yang tidak memadai saat tumbuh. Beberapa kebiasaan buruk juga dapat menyebabkan gigi berjejal. Perubahan struktur makanan berpengaruh pada terjadinya gigi berjejal. Konsumsi makanan halus dan lunak dalam jangka panjang tidak memungkinkan fungsi mengunyah berfungsi dengan baik, sehingga mengakibatkan keterbelakangan alveolar dan tulang rahang.