Prinsip-prinsip dasar perawatan mata dan penglihatan untuk anak-anak

1. Deteksi dini dan konsultasi tepat waktu Kenali penyakit mata yang umum terjadi pada anak-anak. Anak-anak harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan tepat waktu jika mereka memiliki kelainan seperti mata kemerahan, fotofobia, air mata, kotoran yang keluar secara berlebihan, memutihnya pupil, posisi mata miring atau memiringkan kepala untuk melihat objek, nistagmus, ketidakmampuan untuk mengejar mata, jarak yang terlalu dekat antara objek yang terlihat atau menyipitkan mata, atau kesulitan berjalan di kegelapan. Anak-anak harus melakukan pemeriksaan mata dan penilaian penglihatan secara teratur. (1) Kembangkan kebiasaan kebersihan mata yang baik, termasuk mengembangkan postur membaca dan menulis yang benar, memegang pena dengan benar, dan membaca serta bermain di lingkungan yang cukup terang. (2) Anak-anak tidak boleh menghabiskan lebih dari 30 menit waktu menatap jarak dekat secara terus menerus setiap kali, dan tidak boleh mengoperasikan berbagai produk video elektronik selama lebih dari 20 menit setiap kali, dengan waktu kumulatif tidak lebih dari 1 jam per hari. anak-anak di bawah 2 tahun harus menghindari mengoperasikan berbagai produk video elektronik. Jarak antara mata dan layar fluoresen dari berbagai produk elektronik umumnya 5-7 kali diagonal layar, dan layar sedikit lebih rendah dari ketinggian mata. (3) Anak-anak dengan kelainan refraksi harus pergi ke lembaga medis yang memenuhi syarat atau dispenser kacamata untuk pemeriksaan pupil yang melebar secara teratur untuk menyesuaikan kelainan refraksi kacamata, dan tidak boleh menggunakan kacamata berkualitas buruk atau kacamata yang tidak memenuhi syarat. (4) Jangan menggunakan produk perawatan mata secara membabi buta, tetapi gunakanlah secara wajar dan moderat di bawah bimbingan dokter profesional. (5) Nutrisi yang wajar dan diet seimbang. Sering beraktivitas di luar ruangan, tidak kurang dari 2 jam sehari. (1) Anak-anak harus menjauhi kembang api, benda-benda tajam, zat-zat berbahaya, tidak berada di tempat yang berbahaya, dan waspada terhadap cedera mata yang disebabkan oleh hewan peliharaan. (2) Tidak meletakkan benda tajam, asam dan basa yang kuat serta zat berbahaya lainnya di tempat aktivitas, dan memperhatikan keamanan mainan. (3) Anak-anak yang matanya kemasukan benda asing atau cedera bola mata, harus segera pergi ke institusi medis yang memiliki dokter spesialis mata. (1) Mendidik dan mendorong anak-anak untuk sering mencuci tangan dan tidak menggosok mata. (2) Jangan membawa anak yang terkena penyakit mata menular ke tempat berkumpulnya orang. (3) Masyarakat atau lembaga penitipan anak harus mengisolasi anak-anak yang menderita penyakit mata menular untuk mencegah penyebaran penyakit.