Hipotiroidisme secara klinis dikenal sebagai hipotiroidisme dan merupakan penyebab serangan panik dan sesak napas. Gejala khas hipotiroidisme meliputi perubahan pada sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, sindrom hipometabolik, sistem psikoneurologis, dan kulit. 1. Sistem kardiovaskular: Ini menunjukkan masalah seperti angina pektoris, panik, pembesaran jantung, efusi perikardial, dll., yang secara klinis dikenal sebagai penyakit jantung hipotiroid. 2. Sistem pernapasan: pasien dengan hipotiroidisme dapat disertai dengan efusi pleura dan dapat menunjukkan gejala seperti sesak napas dan sesak napas. 3. Sindrom hipometabolik: seperti kurang berkeringat, bicara lebih lambat, sirkulasi darah yang lebih buruk, selalu merasa lelah, berat badan bertambah, dan ketidaknyamanan lainnya. 4. Sistem psiko-neurologis: Pasien ringan dapat menunjukkan hilangnya pemahaman, memori dan konsentrasi; pasien yang parah dapat menunjukkan fantasi, bisu, lesu atau kejang. 5. Masalah kulit: wajah bengkak, ekspresi kusam, suara pelan, pengucapan cadel, kulit kering dan dingin, dll. Selain gejala-gejala di atas, pasien dengan hipotiroidisme juga dapat menunjukkan gejala-gejala seperti sembelit, kembung, kehilangan nafsu makan, keterlambatan perkembangan, gangguan menstruasi, atrofi otot, dan rambut kering. Jika ada gejala-gejala tersebut, Anda harus pergi ke rumah sakit dan mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan perawatan.