Bayi yang baru lahir, yaitu bayi kecil yang keluar dari tubuh ibu sejak tali pusar diikat hingga 28 hari setelah lahir. Bayi baru lahir sulit beradaptasi dengan dunia dan mudah mengalami satu atau beberapa masalah, sehingga orang tua harus merawatnya dengan baik. Gejala abnormal yang umum terjadi pada bayi baru lahir antara lain: anoreksia, diare, distensi usus, mudah tersinggung, lesu, lesu, kejang-kejang, demam tanpa kenaikan suhu, muntah darah dan darah dalam tinja, apnea, dll. Secara umum, gejala abnormal pada bayi baru lahir tidak terlihat jelas pada awalnya dan kecepatan perubahan kondisinya bervariasi. Jika diabaikan, ada risiko tinggi bahaya serius bagi kesehatan anak. Yang terbaik adalah menjaga bayi yang baru lahir di bawah pengawasan ketat sepanjang hari. Pengasuh yang menyadari bahwa bayi yang baru lahir berbeda dari biasanya harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa sesegera mungkin. Pada saat yang sama, bayi yang baru lahir harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin seperti yang dipersyaratkan oleh rumah sakit. Saat memberi makan bayi baru lahir, perhatian harus diberikan pada detailnya. Misalnya, membiasakan bayi dengan posisi tidur yang benar. Posisi terlentang adalah posisi tidur yang paling cocok untuk si kecil. Bayi yang tidur dengan posisi ini bernapas lebih lancar dan jarang tercekik. Bayi yang sering gumoh sebaiknya tidur dengan posisi berbaring menyamping, untuk mencegah gumoh menyumbat mulut dan hidungnya.