Manifestasi klinis fluorosis gigi ditandai dengan plak berkapur hingga kecoklatan pada email yang meletus pada periode yang sama, dan pada kasus yang parah, ada juga cacat parenkim pada email. Secara klinis, sering dibagi menjadi tiga jenis yaitu berkapur (ringan), bernoda (sedang) dan cacat (berat) sesuai dengan derajat ringan, sedang dan beratnya. 1, manifestasi klinis fluorosis gigi ditandai dengan plak berkapur hingga kecoklatan pada email yang meletus pada periode waktu yang sama, dan pada kasus yang parah, ada juga cacat parenkim pada email. Secara klinis, sering dibagi menjadi tiga jenis yaitu berkapur (ringan), bernoda (sedang) dan cacat (berat) sesuai dengan derajat ringan, sedang dan beratnya. 2, paling sering terlihat pada gigi permanen, terjadi pada gigi susu jarang terjadi, derajatnya juga ringan. Hal ini disebabkan oleh terjadinya gigi susu pada masa embrio dan masa bayi, dan plasenta memiliki efek penghalang tertentu terhadap fluorida. Oleh karena itu, fluorosis gigi umumnya terlihat pada gigi permanen, tetapi jika asupan fluorida terlalu banyak, melebihi batas fungsi penyaringannya, maka dapat juga termanifestasi secara tidak teratur pada gigi susu. 3 . Toleransi yang buruk terhadap abrasi, tetapi ketahanan yang kuat terhadap erosi asam. 4, pasien fluorosis kronis yang parah, dapat terjadi perubahan proliferatif pada tulang, periosteum, ligamen, dll. Dapat dikalsifikasi, dan dengan demikian menghasilkan gejala pinggang, tungkai, dan gejala sendi umum. Gejala keracunan akut adalah mual, muntah, diare dan sebagainya. Ketika kalsium darah bergabung dengan fluor membentuk kalsium fluorida yang tidak larut, hal ini menyebabkan kram otot, kolaps dan gangguan pernapasan, yang mengakibatkan kematian.