Cara menyembuhkan konjungtivitis alergi

  Konjungtivitis alergi adalah penyakit kambuhan akut atau kronis, yang pemberantasannya secara tuntas seringkali sangat sulit.  Alergen musiman dan abadi dapat memicu respons kekebalan alergi. Alergen musiman meliputi: serbuk sari pohon, rumput-rumputan, serbuk sari gulma, dan jamur di luar ruangan. Alergen abadi termasuk tungau debu, jamur dalam ruangan dan bulu binatang (kebanyakan kucing dan anjing).  Gejala yang paling umum dari konjungtivitis alergi adalah mata gatal, yang dapat terjadi pada hampir semua pasien dengan konjungtivitis alergi, dengan keratokonjungtivitis musim semi biasanya yang paling menonjol. Gejala lainnya termasuk robek, sensasi terbakar, fotofobia dan peningkatan cairan. Sekresi sebagian besar bersifat mukus. Beberapa konjungtivitis alergi yang lebih parah, seperti keratokonjungtivitis musim semi dan keratokonjungtivitis atopik, kadang-kadang dapat muncul dengan hilangnya penglihatan.  Disosiasi dari alergen adalah pengobatan yang paling diinginkan dan efektif. Kontak dengan alergen yang mungkin terjadi harus dihindari sebisa mungkin. Misalnya, singkirkan kain lap dan selimut dari kamar, perhatikan kebersihan tempat tidur, gunakan insektisida untuk menghilangkan tungau serangga dari kamar, hindari kontak dengan rumput dan bunga pohon selama musim serbuk sari, dan hentikan pemakaian atau ganti lensa kontak dan larutan berkualitas baik. Kompres dingin pada kelopak mata dapat memberikan kelegaan sementara.  Konjungtivitis alergi hanya dapat disembuhkan jika alergen diidentifikasi dan kontak dengannya dihindari, atau jika desensitisasi dilakukan.