Cara mencegah dermatitis popok

Kunci perawatan dermatitis popok adalah pencegahan dan, jika gejala dermatitis terjadi, meminimalkan respons inflamasi, memperbaiki kulit yang rusak dan mengurangi kekambuhan. Strategi perawatan termasuk yang berikut ini, disebut sebagai strategi ABCDE:
A (Udara): Paparkan kulit ke udara sebanyak mungkin untuk mengurangi iritasi gesekan dari feses, emolien, dan popok.
B (Penghalang): Anda dapat memilih krim bokong yang mengandung zinc oxide dan petroleum jelly untuk membentuk lapisan lipid pada permukaan kulit untuk mengurangi gesekan, mencegah hidrasi berlebihan, mengisolasi urin, feses dan iritasi serta mikroorganisme lainnya, mencegah terjadinya dermatitis popok atau mengurangi gejala dermatitis dan memperbaiki fungsi penghalang kulit.
C (Pembersihan): Pembersihan topikal sangat penting, terutama setelah buang air besar. Setelah dicuci, kulit harus dikeringkan sebelum memakai popok baru. Jika tidak memungkinkan untuk mencuci, tisu basah juga dapat digunakan untuk menyeka sisa-sisa feses. Tisu sebaiknya tidak mengandung alkohol, wewangian atau iritasi lainnya untuk menghindari iritasi lokal.
D (Mengganti popok): Segera ganti popok, baik setiap 1 sampai 3 jam atau kapan saja setelah buang air besar, dan setidaknya sekali di malam hari, untuk meminimalkan kemungkinan iritasi kulit.
E (Edukasi): Orang tua atau pengasuh bayi yang baru lahir harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang penyebab, patogenesis, dan poin-poin utama perawatan untuk dermatitis popok sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang baik dan mengurangi kejadian dermatitis popok.