Selama masa nifas, wanita dapat makan durian saat menyusui, tetapi tidak boleh terlalu banyak. Kandungan kalori yang tinggi pada durian dapat memberikan sejumlah energi bagi wanita di masa nifas, tetapi terlalu banyak memakannya dapat dengan mudah meningkatkan beban pencernaan dan menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Selain itu, karena durian mengandung gula yang tinggi, wanita dengan diabetes atau penyakit jantung harus menghindarinya karena dapat memperburuk kondisi mereka. Dari perspektif TCM, durian adalah buah panas yang dapat membantu menghangatkan rahim dan menghilangkan rasa dingin pada masa nifas, memperbaiki gejala kedinginan di rahim dan meningkatkan kehangatan tubuh. Namun, beberapa wanita nifas memiliki tipe tubuh yang panas dan konsumsi durian yang berlebihan dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran, yang juga dapat terjadi setelah bayi diberi ASI. Dari sudut pandang medis barat, durian kaya akan protein, vitamin, dan elemen-elemen seperti kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium, yang membantu menambah nutrisi wanita dalam masa nifas. Durian juga kaya akan serat makanan, yang meningkatkan motilitas pencernaan dan membantu meringankan sembelit pada wanita selama masa nifas karena istirahat di tempat tidur, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, dan berkurangnya aktivitas. Namun, durian tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar karena kaya akan serat yang mudah diserap dan membengkak di saluran pencernaan, sehingga sulit dicerna dan menyebabkan perut kembung pada beberapa wanita selama masa nifas. Selain itu, beberapa orang percaya bahwa durian memiliki efek meningkatkan produksi ASI, tetapi tidak ada bukti klinis yang jelas. Oleh karena itu, wanita dapat makan durian selama masa nifas, tetapi mereka harus memakannya dalam jumlah sedang setiap hari dan memperhatikan keseimbangan nutrisi dengan makan buah-buahan hangat, seperti buah persik, apel, dan wijen.