Penyakit alergi (juga dikenal sebagai penyakit alergi) dianggap oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai masalah kesehatan utama di seluruh dunia saat ini. Penyakit alergi meliputi rinitis alergi, asma bronkial, dermatitis alergi, urtikaria, gastroenteritis alergi, dan uveitis alergi, yang merupakan reaksi alergi tipe I. Penyakit alergi merupakan masalah kesehatan global dan umum terjadi di seluruh dunia, dengan prevalensi global sebesar 20-40%, dan jumlah penderitanya terus meningkat. Pemicu penyakit alergi yang paling penting pada debu rumah adalah tungau debu yang termasuk dalam Dermatophagoids. Di bagian selatan negara ini, 70-80% penderita penyakit alergi peka terhadap tungau debu. Tungau debu rumah (Der. pteronyssinus) dan tungau debu (Der. farine) adalah tungau yang paling umum dan penting dalam jenis debu ini. Alergen silang lain yang terkait dengan mereka adalah tungau Ménez dan tungau penyimpanan. Tungau debu rumah memiliki panjang sekitar 400-500 µm di bawah mikroskop dan tungau debu memiliki panjang sekitar 300-400 µm dan merupakan makhluk kecil seperti laba-laba dengan delapan kaki. Mereka tumbuh dan berkembang biak dengan memakan hingga 50 juta sisik kulit yang rontok per orang per hari. Setiap gram debu rumah dapat mengandung hingga 1.350 tungau debu, dan tempat yang paling umum bagi tungau debu untuk hidup, yaitu tempat tidur, dapat mengandung hingga 2 juta tungau debu. Tes tusuk kulit (SPT) melibatkan pengolesan sejumlah kecil cairan alergen yang telah dimurnikan pada lengan bawah pasien dan menusuk permukaan kulit dengan jarum tusuk secara perlahan. Jika pasien alergi terhadap alergen, memar merah yang menyerupai gigitan nyamuk, reaksi gatal, atau perubahan warna akan muncul di lokasi tusukan dalam waktu 15 menit. Keberadaan penyakit alergi kemudian dapat ditentukan dengan pasti. Uji tusuk kulit sekarang dikenal sebagai metode yang paling nyaman, ekonomis, aman dan efektif untuk diagnosis alergen di Eropa dan Amerika Serikat. Kontraindikasi SPT: (1) penyakit yang secara signifikan mengganggu status sistemik; (2) lesi kulit di tempat pengujian; (3) kontraindikasi terhadap adrenalin. Tindakan pencegahan untuk SPT: (1) Hindari penggunaan selama kehamilan; (2) Gunakan pada prinsipnya ketika penyakit tidak bergejala atau sebagian besar tidak bergejala; (3) Hentikan penggunaan antihistamin dan kortikosteroid 24-48 jam sebelum tes kulit untuk mencegah hasil negatif palsu; (4) Hasil diagnosa harus dikombinasikan dengan riwayat medis.