Apa yang dimaksud dengan konflik dan kontradiksi psikologis

1. Perlawanan dan Ketergantungan Karena siswa SMP mengembangkan rasa kedewasaan yang kuat dan dengan demikian rasa kemandirian yang kuat, mereka enggan untuk mematuhi segala sesuatu dan tidak ingin mendengarkan orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya. Namun, siswa sekolah menengah pertama tidak sepenuhnya bebas dari ketergantungan mereka pada orang tua. Ketergantungan pada orang tua di masa kanak-kanak lebih bersifat emosional dan berhubungan dengan kehidupan, sedangkan ketergantungan siswa SMP pada orang tua diekspresikan dalam keinginan mereka untuk mendapatkan pemahaman spiritual, dukungan dan perlindungan dari orang tua. 2. Tertutup versus terbuka Siswa SMP secara bertahap menutup diri mereka sendiri ketika mereka memasuki masa remaja, kehidupan psikologis mereka lebih kaya tetapi tidak banyak yang dapat mereka tunjukkan. Namun, pada saat yang sama, mereka merasa sangat kesepian dan terisolasi dan menginginkan seseorang untuk merawat dan memahami mereka. Mereka terus mencari teman, dan ketika mereka menemukannya, mereka terbuka dan tanpa pamrih. 3. Keberanian dan kepengecutan Dalam beberapa kasus, siswa SMP tampaknya dapat menunjukkan semangat keberanian yang kuat, tetapi keberanian ini diwarnai dengan kecerobohan dan kelancangan, dengan karakteristik sapi yang baru lahir yang tidak takut pada harimau, dan jarang terikat oleh aturan dan peraturan dalam melakukan sesuatu. Di sisi lain, mereka sering kali pemalu di depan umum dan tidak selalu terbuka dan tenang. 4. Kebanggaan dan harga diri yang rendah Karena siswa SMP belum dapat mengevaluasi dan memahami potensi intelektual dan karakter mereka sendiri secara tepat, sulit bagi mereka untuk membuat evaluasi yang komprehensif dan tepat terhadap diri mereka sendiri, tetapi mereka langsung mengambil kesimpulan tentang diri mereka sendiri berdasarkan perasaan sesaat mereka. Hal ini mengarah pada pemahaman yang tidak tepat tentang tingkat kepercayaan diri mereka. Beberapa keberhasilan sesekali, atau bahkan satu keberhasilan, dapat membuat mereka berpikir bahwa mereka adalah orang yang sangat baik dan menjadi berpuas diri, sementara beberapa kegagalan sesekali dapat membuat mereka berpikir bahwa mereka tidak kompeten dan memiliki harga diri yang sangat rendah. Kedua emosi ini sering muncul secara bergantian pada siswa SMP yang sama. 5. Penyangkalan terhadap masa kanak-kanak dan keterikatan terhadapnya Seiring dengan bertambahnya usia, rasa kedewasaan menjadi semakin jelas. Namun demikian, meskipun menyangkal masa kanak-kanak mereka, mereka juga memiliki sejumlah rasa suka di dalam hati mereka. Singkatnya, siswa SMP memiliki rasa kedewasaan dan kekanak-kanakan yang berjalan seiring.