Otitis media akut dapat dibagi menjadi otitis media sekretori akut dan otitis media purulen akut. 1. Otitis media sekretorik akut: Ini adalah penyakit inflamasi non-supuratif, ditandai dengan akumulasi cairan di telinga tengah dan gangguan pendengaran. Pasien sering kali memiliki riwayat pilek sebelum timbulnya penyakit, diikuti oleh nyeri telinga dan gangguan pendengaran, yang mungkin disertai dengan rasa peningkatan pendengaran diri. Anak-anak prasekolah hadir dengan gejala-gejala seperti mengabaikan panggilan orang tua mereka, kurang perhatian, dan volume suara yang tinggi saat menonton televisi. Selain itu, pasien dengan otitis media sekretorik akut juga dapat mengalami perasaan tersumbat atau tersumbat di telinga, serta tinnitus intermiten. Pada orang dewasa, ketika kepala bergerak atau ketika menguap atau meniup hidung, terdengar suara udara yang melewati air di telinga. 2. Otitis media purulen akut: Gejala utamanya adalah nyeri telinga, tinitus, gangguan pendengaran, dan cairan berdarah atau purulen yang mengalir keluar dari telinga. Hal ini juga disertai dengan gejala sistemik seperti menggigil, demam, lesu, kehilangan nafsu makan, dan pada anak-anak, demam tinggi, kejang-kejang, muntah dan diare. Singkatnya, gejala otitis media akut meliputi nyeri telinga, tinnitus, gangguan pendengaran dan telinga yang meluap, dan dapat disertai dengan gejala sistemik seperti demam, kelesuan, kehilangan nafsu makan, tangisan dan kerewelan pada bayi dan anak-anak, bahkan kejang-kejang dan muntah.