Penumpukan makanan pada bayi adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika limpa dan lambung bayi belum berkembang dengan baik, dan kemudian terlalu banyak susu yang dikonsumsi, sehingga merusak limpa dan lambung serta menyebabkan penumpukan kotoran yang tidak tercerna di dalam usus. Sebagian besar kasus retensi makanan pada bayi terjadi pada bayi dan anak kecil. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi retensi makanan pada bayi: Pertama, makanan harus ringan dan mudah dicerna. Makanlah lebih banyak biji-bijian kasar, sayuran hijau, sayuran berdaun hijau segar, bubur millet, dan makanan lain yang mudah dicerna, dan kurangi atau jangan makan makanan berminyak dan gorengan. Kedua, jangan memberi makan bayi Anda segera setelah bangun dari tidur siang. Setidaknya 30 menit setelah bangun tidur, makan baik untuk pencernaan dan penyerapan. Jangan memberi makan bayi Anda terlalu banyak di malam hari, karena jika makan terlalu banyak dan terlalu kenyang, makanan akan mudah menumpuk. Ketiga, berikan pijatan perut searah jarum jam pada bayi Anda. Dengan memijat dari luar, dapat meningkatkan gerak peristaltik usus, menaikkan suhu perut dan membantu pencernaan. Keempat, berikan bayi Anda penyesuaian chiropractic. Biarkan bayi Anda berbaring telentang, tunjukkan punggungnya, di sepanjang dua jari tulang belakang bayi, gunakan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah kedua tangan untuk mencubit kulit dengan lembut dari tulang ekor, perlahan-lahan cubit ke depan dan dorong sampai ke titik tulang belakang besar di leher, dari bawah ke atas beberapa kali berturut-turut. Dalam kehidupan normal, lebih memperhatikan pola makan dan mengajak anak Anda berolahraga dapat secara efektif mencegah bayi Anda menumpuk makanan.