Penyebab malposisi janin

  Janin akan bergerak di dalam rahim ibu setelah terbentuk, sehingga terdapat posisi janin yang berbeda-beda. Namun, beberapa posisi janin tidak normal dan sering disebut sebagai malposisi. Ada banyak penyebab malposisi janin, seperti cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, kehamilan kembar, panggul sempit, bayi besar, plasenta yang tidak normal, dinding perut yang kendur, malformasi janin, malformasi rahim, tali pusat yang tidak normal, dan masih banyak lagi penyebab lainnya.  Jika seorang wanita memiliki terlalu banyak cairan ketuban, janin akan memiliki rentang gerakan yang luas, yang dapat dengan mudah menyebabkan malposisi, dan jika cairan ketuban terlalu sedikit, janin akan memiliki rentang gerakan yang sempit, yang juga dapat menyebabkan malposisi. Jika ada kehamilan kembar, seperti kembar dua atau kembar tiga, janin akan berdesakan dan hal ini dapat membatasi pergerakan dan menyebabkan malposisi. Jika ibu memiliki panggul yang sempit atau bayi yang besar, hal ini juga dapat menyebabkan malposisi karena kurangnya ruang untuk bergerak. Kelainan pada tali pusat dapat menyebabkan kurangnya pasokan nutrisi ke janin, yang dapat menyebabkan kurangnya mobilitas dan oleh karena itu malposisi.  Kesimpulannya, ada banyak penyebab malposisi janin, dan penyebab pasti malposisi janin perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan di rumah sakit. Namun, pada awal kehamilan, malposisi janin bukanlah masalah besar, sedangkan pada akhir kehamilan, jika malposisi berlanjut, perlu ditinjau terus menerus, dan metode persalinan harus diputuskan sesuai dengan situasinya.