Perdarahan konjungtiva bulbi disebabkan oleh pecahnya atau meningkatnya permeabilitas pembuluh darah subkonjungtiva, yang juga dikenal sebagai ‘perdarahan subkonjungtiva’. Kondisi ini biasanya tidak memengaruhi penglihatan atau menyebabkan ketidaknyamanan lainnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, diabetes melitus, atau gangguan pembekuan darah atau obat antikoagulan oral jangka panjang, dan sering terjadi setelah berolahraga berat, konsumsi alkohol berat, mengucek mata, atau peningkatan tekanan perut akibat aktivitas yang berlebihan (mis. bersin, batuk, sembelit, berdiri terlalu keras, pekerjaan berat, dll.). Untuk pengobatan perdarahan konjungtiva, hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan penyakit aslinya dan mengobatinya. Untuk kondisi mata, kompres dingin biasanya diterapkan pada tahap awal perdarahan, dan kompres panas dapat diterapkan setelah perdarahan berhenti menyebar (kemerahan pada mata tidak lagi meluas, mata menjadi lebih gelap, atau tampak merah tua, biasanya 2-3 hari), yang biasanya akan terserap dalam waktu 1-2 minggu. Jika terdapat kombinasi masalah lain seperti infeksi, pengobatan tepat waktu seperti obat tetes mata dapat diberikan, yang dapat segera meredakannya. Seperti yang telah disebutkan di atas, kondisi seperti perdarahan konjungtiva tidak menyebabkan kerusakan serius pada mata, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika terjadi episode berulang, perhatian khusus harus diberikan pada pemeriksaan penyakit sistemik dan pemberian pengobatan yang tepat sasaran.