Penanda serum untuk tumor pada sistem reproduksi wanita

Uji antigen spesifik polipeptida jaringan (TPS), TPS adalah sejenis protein bebas gula yang didistribusikan secara luas dalam sel jaringan normal organisme, tetapi kandungannya sangat rendah, ketika sel berada dalam fase proliferasi dan pembelahan, isinya meningkat, dan sel tumor ganas aktif secara tidak normal dalam proliferasi, sel memproduksi dan mengeluarkan sejumlah besar TPS, dan konsentrasi TPS dalam serum pasien jelas meningkat, sehingga TPS dapat digunakan sebagai penanda tumor ganas. Ini sangat cocok untuk skrining tumor ganas payudara dan ovarium. Penelitian di dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa TPS dapat digunakan sebagai penanda baru untuk kanker payudara. Pada pasien kanker payudara, TPS diekspresikan pada tingkat yang tinggi, dan nilai konsentrasi TPS serum mereka meningkat secara signifikan, yang dapat mencapai lebih dari 150 U/L. Di antara pasien kanker payudara dengan metastasis jauh, sekitar 87% di antaranya akan mengalami peningkatan serum TPS secara signifikan, sementara hanya 64% di antaranya yang mengalami peningkatan CA153. Pada pasien kanker payudara rekuren, TPS meningkat lebih awal daripada CA153, dan tingkat peningkatannya lebih jelas. TPS dapat mendeteksi metastasis tumor 6,8 bulan lebih awal, dan beberapa penelitian menyimpulkan bahwa rata-rata waktu bertahan hidup pasien dengan kadar TPS rendah adalah 815 hari, dan pasien dengan kadar TPS tinggi adalah 332 hari. Oleh karena itu, deteksi kadar TPS serum menyediakan alat skrining dini dan efektif untuk identifikasi tumor payudara jinak dan ganas, serta alat pemantauan serum yang efektif selama pengobatan tumor ginekologi. Selain itu, beberapa ahli menemukan bahwa TPS>120 U/L dapat digunakan sebagai indikator faktor risiko tinggi untuk kanker ovarium. Di antara pasien kanker ovarium dengan metastasis jauh, 97% di antaranya memiliki konsentrasi TPS yang meningkat secara signifikan, sementara hanya 81% yang memiliki peningkatan CA125. TPS yang dikombinasikan dengan CAl25 memiliki signifikansi yang jelas dalam menentukan prognosis pasien kanker ovarium setelah kemoterapi.