Tidak ada konsensus dalam komunitas akademis mengenai penyebab lidah pecah-pecah. Hal ini mungkin terkait dengan usia, karena penuaan dalam tubuh menyebabkan berkurangnya kemampuan lidah untuk menyerap nutrisi, yang mengakibatkan gangguan metabolisme dan keretakan.
Penyakit sistemik tertentu sering dikaitkan dengan lidah sumbing, termasuk displasia kongenital, sindrom Down, defisiensi nutrisi seperti defisiensi vitamin B2 (riboflavin), penyebab infeksi seperti linguitis sifilis, dan beberapa penyakit langka seperti sindrom Melkersson-Rosenthal (sindrom May-Ro).
Hal ini juga terkait dengan faktor genetik, dengan ditemukannya garis keluarga dengan insiden tinggi.