(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah, dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Zhou, 26 tahun, memiliki tipe tubuh gemuk, jerawat dan gejala lain di wajahnya, serta gejala hirsutisme, terutama pada perineum dan bibir atas serta dada dan punggung, dan gangguan menstruasi, yang merupakan manifestasi klinis khas sindrom ovarium polikistik, juga dikenal sebagai hirsutisme. Penyebab spesifik penyakit ini masih belum jelas dan mungkin terkait dengan faktor genetik dan faktor lingkungan. Ini adalah penyakit metabolik endokrin reproduksi dan memiliki prognosis yang baik setelah perawatan sistematis.
Informasi dasar】Perempuan, 26 tahun
Jenis penyakit】Hirsutisme
Rumah Sakit】Rumah Sakit Pusat Selatan Universitas Wuhan
Tanggal konsultasi】April 2021
Rencana Pengobatan】 Pengobatan (tablet Didrogestrel, tablet siproteron asetat) + konseling psikologis
Masa Pengobatan】 1 tahun pengobatan standar
Efektivitas】Hirsutisme dapat berkurang secara signifikan setelah pengobatan gabungan
I. Konsultasi awal
Ketika pertama kali bertemu dengan Zhou, dia adalah seorang wanita muda dengan bentuk tubuh gemuk, jerawat dan jerawat yang tersebar di wajahnya, dan rambut tubuh gelap di bibir atasnya. Pasien melaporkan adanya menstruasi yang tidak teratur, sering terjadi 2-3 bulan sekali, dan secara psikologis merasa gelisah, sehingga dia datang ke rumah sakit untuk konsultasi dan pengobatan. Berdasarkan pengamatan dan deskripsi pasien, diagnosis awal sindrom ovarium polikistik dapat dibuat. Karena pasien dengan penyakit ini juga sering disertai dengan gejala hirsutisme, mereka mengatakan bahwa mereka memiliki hirsutisme dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kedua, pengobatan setelah
Untuk diagnosis awal penyakit ini, pasien disarankan untuk menjalani ultrasonografi dan pemeriksaan hormon serum, dll. Hasil ultrasonografi menunjukkan bahwa pasien memiliki beberapa struktur kistik di kedua ovarium, dan hasil pemeriksaan hormon serum menunjukkan bahwa nilai testosteron 3,07 nmol/L secara signifikan lebih tinggi dari kisaran normal, yang dapat mengkonfirmasi diagnosis sindrom ovarium polikistik. Karena pasien masih muda dan belum menikah, dia diberi obat, termasuk tablet diprogesteron oral dan tablet siproteron asetat, dll. Karena obat ini memiliki beberapa kontrasepsi. Karena obat-obat ini memiliki beberapa efek kontrasepsi, dia ditanya apakah dia memiliki keinginan untuk memiliki anak dalam waktu dekat sebelum minum obat. Selain itu, karena pasien mengalami tekanan mental akibat penyakitnya, dia juga membutuhkan konseling psikologis untuk bersantai dan meredakan emosinya.
Efek pengobatan
Setelah pengobatan dan konseling psikologis, gejala menstruasi yang tidak teratur akan berangsur-angsur berkurang, sementara gejala tidak nyaman lainnya seperti stres psikologis, jerawat dan hirsutisme akan berangsur-angsur membaik. Pengobatan obat untuk pasien sindrom ovarium polikistik relatif lama, biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun pengobatan. Berat badan Zhou akan relatif berkurang setelah gejalanya berkurang, dan dia terlihat lebih baik dan penuh energi ketika dia diperiksa kembali, dan tidak ada kekambuhan setelah menghentikan pengobatan.
IV. Catatan
Melihat gejala pasien membaik, hati saya juga sangat senang. Pasien harus memperhatikan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat makan beberapa makanan ikan dan daging yang lebih bergizi, dan juga memperhatikan untuk menambah sayuran dan buah-buahan segar. Pada saat yang sama, pasien disarankan untuk melakukan latihan yang tepat, seperti jogging, hiking, berenang, dll., yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga meningkatkan kemampuan untuk melawan penyakit, dan dapat membantu mengontrol berat badan. Selain itu, pasien disarankan untuk beristirahat dengan benar, menggabungkan pekerjaan dan istirahat, menghindari bekerja terlalu keras atau begadang dan kebiasaan buruk lainnya, dan juga memperhatikan untuk menjaga suasana hati yang santai dan bahagia.
V. Wawasan pribadi
Sindrom ovarium polikistik adalah penyakit ginekologi klinis yang relatif umum terjadi pada wanita usia reproduksi, terutama bermanifestasi sebagai gejala seperti hirsutisme dan gangguan menstruasi. Selama mereka secara aktif mencari konsultasi medis, bekerja sama dengan dokter untuk perawatan yang sesuai, dan mengelola kehidupan sehari-hari mereka dengan baik, ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit ini dapat diperbaiki secara efektif.