Anemia pediatrik terutama terkait dengan kekurangan nutrisi dan secara bertahap akan memburuk jika tidak diperbaiki dengan suplemen tepat waktu. Bayi dan anak kecil perlu diberi makan dengan makanan pendamping tepat waktu, karena makanan olahan susu rendah zat besi dan jauh dari memadai untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak kecil. Makanan tambahan harus ditambahkan dari 3 hingga 4 bulan dan seterusnya. Umumnya, Anda bisa menambahkan air rebusan sayuran mulai 2 bulan, kuning telur mulai 4 bulan, bubur busuk dan kue mulai 5 bulan, sayuran dan daging yang dihaluskan mulai 6 bulan, serta sayuran dan daging cincang mulai 7 hingga 8 bulan. Anak-anak harus makan lebih banyak makanan yang mengandung protein, zat besi dan vitamin C, seperti daging dan telur, hati hewan, jamur, rumput laut, udang, tomat, jeruk dan kurma merah. Juga dianjurkan agar anak-anak tidak minum susu segar yang belum direbus, karena dapat dengan mudah menyebabkan pendarahan pada usus anak. Misalnya, jika anak berbaring telentang, orang tua harus meletakkan telapak tangan rata di perut, mulai dari perut kanan bawah dan berulang kali memijat seluruh perut searah jarum jam, dengan lembut dan lembut, sehingga menghasilkan kehangatan lokal yang kuat. Resep berikut ini direkomendasikan: (1) bubur hati ayam dan wijen Resep: hati ayam 15 gram, sup rangka ayam 15 gram, nasi 100 gram, kecap asin, wijen masak masing-masing sedikit. Persiapan: Rebus hati ayam dalam air, buang darahnya lalu ganti airnya dan rebus selama 10 menit, lalu masukkan ke dalam mangkuk dan giling. Tambahkan hati ayam cincang ke dalam panci dan masak hingga menjadi pasta. Setelah nasi dimasak menjadi bubur, tambahkan pasta hati ayam, tambahkan sedikit kecap asin dan biji wijen yang sudah dimasak, aduk rata. Cara menggunakan: Ambil sekali sehari sesuai kebutuhan. Efek: Sangat cocok untuk bayi berusia 4 bulan hingga 1 tahun yang mengalami anemia. (2) Resep bubur sup loach: 100 gram beras, 200 gram loach, sedikit arak, garam, 10 potong bawang bombay, 3 iris jahe. Persiapan: buang kepala loach, potong perut dan buang isi perut, cuci dengan air hangat untuk menghilangkan lendir, taruh panci di atas api, panaskan minyak, goreng loach sedikit. Masukkan air secukupnya ke dalam panci, tambahkan loach, anggur, garam, bawang, jahe. Setelah mendidih, buang buihnya, dan ketika loach sudah matang, ambil supnya dan masak sup loach dengan nasi. Penggunaan: Ambil 2 kali sehari dengan jumlah. Khasiat: Menguntungkan qi dan mengisi kembali darah, cocok untuk anak kecil usia 2 sampai 3 tahun yang mengalami anemia, dan juga memiliki efek menghilangkan eksim. (3) Resep sup ikan, tahu dan telur: 100g ikan (sebaiknya ikan kod, tidak ada duri dan dagingnya empuk), 100g tahu dan 1 butir telur. Persiapan: Cuci ikan, potong-potong menjadi bubur dan masukkan tahu ke dalam mangkuk dan hancurkan dengan sendok. Masukkan ikan dan tahu, tambahkan telur dan sedikit air, aduk rata, masukkan ke dalam panci dan kukus. Petunjuk: Ambil 2 porsi setiap hari sesuai kebutuhan. Efek: Memperkuat limpa dan mengisi kembali darah, cocok untuk anak usia 4 sampai 6 tahun yang mengalami anemia. (4) Sup mutiara empat warna Resep: 200g daging babi, telur, tepung, bayam dan nori. Sedikit bawang bombay, jahe, kecap asin dan minyak. Persiapan: Masukkan tepung ke dalam baskom terlebih dahulu dan campurkan ke dalam tepung dengan sumpit bersih yang dicelupkan ke dalam air, tambahkan air sambil mengaduk tepung untuk membuat gumpalan kecil. Potong daging babi menjadi daging cincang. Rebus bayam dalam air mendidih, buang airnya dan potong kecil-kecil. Panaskan minyak dalam wajan, tumis daging babi cincang, tambahkan bawang bombay cincang, jahe dan kecap asin, tambahkan air secukupnya dan didihkan. Tambahkan pangsit, aduk rata dengan sendok, masak selama beberapa menit, masukkan campuran telur, tambahkan bayam, nori, dan garam, masak selama beberapa menit. Petunjuk: Minum sekali sehari, sesering yang Anda suka. Khasiat: Sangat cocok untuk anak-anak berusia 7 hingga 14 tahun yang mengalami anemia.